Jalan Trans Papua Terhalang Tanah Longsor, Arus Mudik Nataru Terhambat, Banyak Pungli Lagi, Dahsyat!!

- Jurnalis

Rabu, 20 Desember 2023 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Papua.

Kondisi jalan trans Papua yang menghubungkan 4 Kabupaten di provinsi Papua tengah yaitu : Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogai, Kabupaten Deiyai,dan Kabupaten Paniai, tertimbun longsoran tanah menutupi Jalan Trans Papua, sehingga arus mudik dari dan ke Nabire mengalami kendala, Rabu, 20/12/23.

Masyarakat yang tinggal di seputaran area longsor pun mencoba mengambil keuntungan dengan melakukan Pemungutan Liar ( Pungli ) jika ada kendaraan yang mau melintas, info dari para sopir setiap kendaraan yang akan melintas wajib membayar sebesar 250 ribu rupiah/kendaraan, yang berdampak pula naiknya tarif kendaraan umum yang mereka tumpangi dengan harga fantastis.

Baca Juga :  PAS Rayakan Maulid Nabi Penuh Dengan Hidangan Dalong Khas Aceh

Banyak keluhan dari para sopir serta penumpang tentang lambatnya penanganan dari pihak terkait, apalagi sudah memasuki masa Natal dan Tahun Baru ( Nataru ).dimana arus mudik juga mulai meningkat.

” Pihak PUPR yang mewakili Pemerintah juga tidak mengambil tindakan cepat, apalagi memperhatikan kondisi ini sehingga semua aktifitas antar 4 kabupaten mengalami kendala, hal ini juga nantinya akan berdampak pada naiknya harga sembako dan bahan pangan lainnya,” Ujar Yusak salah satu sopir angkutan.

Baca Juga :  Warga RW 05 Sukapura Tebar Kepedulian Lewat Kurban: 4 Sapi dan 4 Kambing Disembelih di Masjid Nurul Huda

” Kondisi tanah longsor yang menutupi jalan utama ini juga bukan di satu tempat saja, namun ada beberapa bagian di sepanjang jalan trans Papua tengah mengalami kondisi yang sama namun belum mendapat penanganan dari dinas terkait, baik dari provinsi maupun Pemda dari 4 Kabupaten,” Tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi gagal menghubungi pihak pihak terkait melalui telepon, disebab kan kendala signal ataupun mereka sudah berganti nomer telepon.

Redaksi.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru