Kompol Sandy Budiman Bongkar Fakta Mengejutkan: Begini Cara Hukum Dibengkokkan di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan tajam datang dari Kompol Sandy Budiman, S.H., S.I.K., M.Si., seorang perwira muda Polri yang dikenal idealis dan berintegritas tinggi. Dalam penjelasannya di studio barunya di Jalan Kangkung, Komplek Bina Marga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2024), ia mengungkap secara blak-blakan perbedaan mencolok antara penegakan hukum dan pembelokan hukum yang selama ini menjadi persoalan serius di Indonesia.

Menurut Kompol Sandy Budiman, yang juga Musisi serta Pencipta lagu , banyak masyarakat yang sulit membedakan apakah sebuah proses hukum benar-benar ditegakkan, atau justru dibelokkan demi kepentingan tertentu.

Ia menjabarkan lima faktor utama yang membuat hukum di Indonesia kerap tumpul ke atas tapi tajam ke bawah:

  1. Kekuasaan dan Konflik Kepentingan
    “Mereka yang punya kekuasaan politik, ekonomi, atau sosial sering kali memanfaatkan hukum untuk melindungi kepentingannya,” tegas Kompol Sandy.
  2. Kurangnya Transparansi
    Proses hukum yang tertutup membuat publik sulit melakukan kontrol dan pengawasan.
  3. Korupsi dalam Sistem Hukum
    Praktik suap dan jual beli perkara masih menjadi luka lama yang belum sembuh.
  4. Aspek Legal Formal yang Disalahgunakan
    Hukum sering dijadikan alat justifikasi, bukan instrumen keadilan.
  5. Lemahnya Etika dan Integritas Penegak Hukum
    Tanpa moral dan nurani, hukum hanya jadi formalitas tanpa makna.
Baca Juga :  Desa Tendas Resmi Jadi kampung Pancasila, Berkat Peran Koramil 03 Tayu

Kompol Sandy yang terlahir di Kota Tasikmalaya mencontohkan kriminalisasi terhadap aktivis sebagai bentuk nyata pembelokan hukum yang masih sering terjadi.

“Proses hukum yang tidak terbuka dan sarat kepentingan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan. Padahal hukum seharusnya melindungi, bukan menakuti,” ujarnya lantang.

Sebagai solusi, Polisi yang Selebriti ini juga menyerukan agar penegakan hukum dikembalikan ke jalur nurani dan transparansi publik, dengan mengedepankan etika, profesionalisme, serta keberanian moral.

“Ketika hukum dijalankan dengan hati nurani dan rasa keadilan, bukan karena tekanan kekuasaan, maka kepercayaan rakyat akan tumbuh kembali,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan Kompol Sandy ini pun langsung menjadi sorotan di kalangan masyarakat dan aktivis hukum, karena dinilai mewakili keresahan publik terhadap praktik hukum yang belum sepenuhnya berpihak pada keadilan.

Baca Juga :  Pangkoopsud II Uji Strategi Operasi Udara pada Latihan Angkasa Yudha 2024

#Sedikit lansiran dari media Kompasiana.com

Redaksi.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru