Proyek Pembongkaran Wisma Fajar Diduga Bahayakan Keselamatan, LP2KP Desak Penghentian Sementara

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers – Jakarta, 27 Januari 2025

Proses pembongkaran Gedung Wisma Fajar di kawasan strategis Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, tengah menjadi sorotan tajam. Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) mengeluarkan desakan keras agar pembongkaran dihentikan sementara, menyusul temuan pelanggaran keselamatan kerja yang mengkhawatirkan.

“Proyek ini seperti bom waktu,” ujar Haris RN, Panglima LP2KP, dalam keterangannya. “Kami menemukan pelanggaran serius yang bisa mengancam nyawa pekerja dan masyarakat sekitar.”

Salah satu temuan mengejutkan adalah penggunaan tabung gas rumah tangga dalam proses pembongkaran. Praktik berbahaya ini dianggap sangat tidak sesuai standar dan berpotensi memicu kebakaran atau ledakan.

“Tidak masuk akal jika proyek sebesar ini masih menggunakan peralatan yang tidak memenuhi standar industri. Ini jelas mengabaikan keselamatan,” tegas Haris.

Baca Juga :  Komunitas Masyarakat Tapteng Unjuk Rasa Ke Kantor DPRD, Kecewa Tidak Ketemu Dewan

Lebih jauh, LP2KP juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja hanya menggunakan pelindung kepala tanpa dilengkapi sepatu pelindung, sarung tangan, atau perlengkapan lain yang diwajibkan. Padahal, risiko kecelakaan di proyek pembongkaran sangat tinggi.

“Jika terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab? Kontraktor harusnya memprioritaskan keselamatan,” lanjut Haris.

LP2KP meminta pemerintah segera mengaudit proyek ini dan menghentikan proses pembongkaran sampai semua pelanggaran diperbaiki. Mereka juga mendesak kontraktor untuk mematuhi Surat Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta yang menetapkan standar ketat terkait keselamatan dan pengelolaan limbah.

Sementara itu, pihak kontraktor menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan memperbaiki prosedur kerja. Namun, hingga berita ini diturunkan, aktivitas pembongkaran masih terus berlangsung, memicu kekhawatiran warga sekitar.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang: Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Sematkan Bravet Para Dasar untuk Prajurit Brigif 3/Tri Budi Sakti Kostrad

Haris RN menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah syarat mutlak dalam proyek semacam ini. “Tidak ada ruang untuk kelalaian. Setiap proyek pembongkaran harus memenuhi standar perizinan, menggunakan tenaga ahli bersertifikat, dan memiliki rencana darurat yang jelas.”

Warga di sekitar lokasi proyek mengaku cemas dengan potensi bahaya yang mengintai. “Kami khawatir kalau ada kecelakaan, apalagi dengan alat-alat yang tidak sesuai standar,” ujar Fikri, seorang pedagang di kawasan Senayan.

Proyek ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal target selesai, tapi juga soal tanggung jawab terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat. Publik kini menantikan langkah tegas pemerintah untuk memastikan setiap kontraktor menaati aturan yang berlaku.

Pewarta; HM

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru