Tanpa Senjata, Tanpa Darah: Rp9,1 Triliun Uang Rakyat Dirampok Scam- Negara Harus Hadir dan Ikut Mencari Solusi

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Oleh: Kompol Dr (C) Sandy Budiman SH., SIK. M.Si

Kerugian akibat scam di Indonesia telah mencapai Rp9,1 triliun. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center menunjukkan ratusan ribu laporan masyarakat sejak akhir 2024 hingga awal 2026. Sebagian dana berhasil diblokir dan dikembalikan, namun mayoritas masih hilang.
Angka ini menegaskan satu hal: scam bukan masalah satu institusi, melainkan tantangan negara secara kolektif.
Scam modern bergerak lintas platform dan yurisdiksi, memanfaatkan celah sistem pembayaran dan rendahnya literasi digital. Karena itu, penanganannya tidak bisa parsial. Negara harus bekerja sebagai satu ekosistem.
Dalam ekosistem tersebut, Bank Indonesia menjaga keamanan sistem pembayaran, OJK mengawasi industri jasa keuangan dan melindungi konsumen, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menelusuri aliran dana, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.
Bagi Polri, kerja kolaboratif ini sejalan dengan nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan semangat Presisi: melindungi masyarakat, bertindak cepat, dan memulihkan keadilan. Keberhasilan tidak semata diukur dari penangkapan pelaku, tetapi dari pemulihan hak korban dan perbaikan sistem.
Rp9,1 triliun adalah pengingat bahwa sinergi bukan slogan, melainkan kebutuhan nyata di era digital. Negara diuji bukan oleh besarnya ancaman, tetapi oleh kemampuannya bergerak bersama.

Baca Juga :  Hendry CH Bangun : Divisi Komunikasi Publik Lemah, Prabowo Bisa Tersandera Isu

SB-007

Redaksi.

Baca Juga :  Rakernis Penerangan TNI AD 2023 Bahas Penataan Dan Penguatan SDM

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru