Musisi Indonesia Ramai-Ramai Gratiskan Lagu Mereka untuk Tempat Umum: “Musik Harus Didengar, Bukan Dipersulit!”

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 02:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dilema masalah pemutaran lagu di tempat umum kembali menghangat. Alih-alih mendapat dukungan, kebijakan pembayaran royalti yang diberlakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Sentra Lisensi Musik Indonesia (LMK SELMI) justru membuat para musisi tanah air angkat suara dan tak sedikit yang memilih untuk menggratiskan karyanya, Jakarta,( 12/8/25 ).

Ya, Anda tidak salah dengar. Di tengah kewajiban bayar royalti untuk restoran, kafe, dan tempat publik lainnya, sejumlah musisi papan atas Indonesia justru mengambil langkah sebaliknya: lagu-lagu mereka boleh diputar secara cuma-cuma di ruang publik.

“Selama tidak dipakai untuk iklan atau keperluan komersial, silakan putar lagu kami sepuasnya. Musik itu untuk dinikmati, bukan dibatasi,” tegas Thomas Ramdhan, basis Band Gigi.

Baca Juga :  Korem 023/KS Laksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Bahkan, Grup Band legendaris Dewa 19 siap memberikan master chip lagu-lagu mereka secara gratis kepada pemilik usaha yang ingin memutarnya di tempat mereka. Sebuah sikap berani yang sontak menjadi perbincangan hangat di jagat musik Tanah Air.

Tak hanya Dewa, musisi populer seperti Charly Van Houten, Ian Kasela, hingga Raja Dangdut Rhoma Irama juga turut mendukung gerakan ini. Mereka menilai, aturan royalti yang diberlakukan secara menyeluruh di ruang publik justru dapat menjadi boomerang.

“Kalau lagu kami nggak diputar lagi di tempat umum, ya siapa yang akan mengenalnya? Musik itu hidup kalau didengar,” ujar Charly.

Para musisi sepakat: musik seharusnya tidak menjadi barang mewah yang sulit diakses. Mereka khawatir, jika royalti terus dibebankan ke pemilik usaha kecil hingga pelaku UMKM, lagu-lagu Indonesia akan semakin jarang terdengar di ruang publik dan pada akhirnya, dilupakan.

Baca Juga :  Strategi Ekonomi Nasional 2025: Panglima TNI dan Presiden RI Sinergikan Kendali Inflasi dan Upah Minimum

Redaksi Zonapers:

Kebijakan royalti memang penting demi melindungi hak cipta, namun penerapannya perlu kebijaksanaan. Musik adalah bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari. Ketika akses terhadap musik dibatasi, yang rugi bukan hanya pendengar—tapi juga pencipta lagu itu sendiri.

*Dari Berbagai Nara sumber.

Redaksi.

Berita Terkait

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Ajakan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, 27 Agustus 2026
Aliansi Buruh Jawa Barat Nyatakan Tidak Gelar Aksi pada 27–28 Agustus 2026
Danrem 023/KS Tutup Secara Resmi Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat di Kepulauan Nias,”Tinggalkan Manfaat Bagi Masyarakat”.
Ketua Umum FRIC Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”
FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga
Antisipasi Karhutla Saat Kemarau, Kapolda Jabar Ingatkan Pendaki
Sekjen DPP FRIC H.Deden Hardening, Ingatkan Pelajar,Jangan Mudah Terprovokasi Ajakan Unjuk Rasa.
Tegaskan Bahaya Karhutla, Polda Jabar Minta Masyarakat Stop Membuat Pemicu Api

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Ajakan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, 27 Agustus 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Aliansi Buruh Jawa Barat Nyatakan Tidak Gelar Aksi pada 27–28 Agustus 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Danrem 023/KS Tutup Secara Resmi Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat di Kepulauan Nias,”Tinggalkan Manfaat Bagi Masyarakat”.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Ketua Umum FRIC Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:31 WIB

FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga

Berita Terbaru