Bakamla RI Pasang Badan! Lindungi Nelayan dari Intimidasi Kapal Singapura

- Jurnalis

Senin, 30 Desember 2024 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers – Kepulauan Riau

Nelayan Pulau Terong baru saja mengalami insiden mengerikan yang diduga dilakukan oleh Singapore Police Coast Guard (SPCG). Peristiwa ini terjadi pada Selasa (24/12) di perairan Pulau Nipah, di mana sebuah kapal SPCG melakukan manuver berbahaya yang menciptakan gelombang besar hingga menyebabkan seorang nelayan Indonesia, Mahade, jatuh ke laut.

Namun, ini bukan sekadar insiden biasa. Bakamla RI langsung turun tangan untuk memberikan perlindungan dan memastikan keadilan bagi nelayan Indonesia yang kerap terancam di wilayah perbatasan.

Kejadian bermula saat beberapa nelayan sedang mencari ikan di wilayah yang mereka yakini masih termasuk zona perairan Indonesia. Ketua Nelayan Pulau Terong, Pak Jemisan, menjelaskan bahwa kapal SPCG menuduh mereka melewati batas perairan dan memaksa mereka pergi dengan cara yang membahayakan.

“Kami tidak diberi peringatan, mereka langsung bermanuver hingga menciptakan gelombang besar. Mahade sampai terlempar ke laut. Untungnya dia selamat,” ujar Jemisan dengan nada emosional.

Baca Juga :  Kodim 1710/Mimika Sambut Natal 2024 dan HUT Ke-28 dengan Bakti Sosial di Kampung Lemasa

Ia berharap pemerintah segera bertindak lebih tegas, tidak hanya memberikan sosialisasi batas wilayah, tetapi juga melindungi para nelayan dari ancaman berulang.

Tidak tinggal diam, KN Pulau Dana-323 milik Bakamla RI langsung berlayar menuju Pulau Terong. Dipimpin oleh Letda Bakamla Ryan Widiono, S.IP., mereka melakukan dialog dengan nelayan dan masyarakat setempat.

“Kami tidak hanya mendengar laporan mereka, tetapi juga berkomitmen memberikan penyuluhan terkait batas wilayah agar nelayan tidak menjadi korban lagi,” tegas Letda Ryan.

Dalam pertemuan tersebut, Bakamla RI juga melibatkan Ketua Adat Pulau Terong, perwakilan LSM, dan tokoh masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk membangun sinergi kuat antara aparat keamanan dan masyarakat lokal dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.

Baca Juga :  Bakamla RI dan PCG Resmi Luncurkan Patroli Terkoordinasi Philindo 2024

Bakamla RI juga menyusun rencana inovatif untuk mengatasi insiden serupa di masa depan:

  1. Peta Interaktif Digital: Nelayan akan dibekali aplikasi berbasis GPS untuk memantau batas perairan secara real-time.
  2. Patroli Drone Laut: Bakamla RI akan memanfaatkan teknologi drone untuk mengawasi pergerakan kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal.
  3. Diplomasi Maritim: Pemerintah akan memperkuat komunikasi dengan Singapura untuk menyelesaikan konflik batas laut melalui dialog yang tegas dan diplomatik.

Melalui insiden ini, Bakamla RI menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap rakyat. Pendekatan mereka yang humanis sekaligus modern diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih bagi nelayan Indonesia di tengah derasnya konflik batas laut.

Nelayan bukan hanya pahlawan ekonomi bangsa, tetapi juga garda terdepan penjaga laut Nusantara. Saatnya kita memastikan mereka tidak berjuang sendiri!

Sumber; Humas Bakamla RI

Berita Terkait

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani
Iming-Iming Investor Smelter Berujung Skandal Saham, Kariatun Ditetapkan Tersangka dan Masuk DPO
Menuju Tahun 2026 Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan
PGI Kota Bogor Bidik Emas, Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jabar 2026
Berlokasi Di Kaki Gunung Cakrabuana, GEMPPA SMUN 1 Ciawi Tempa Calon Anggota Lewat Diksar ke-38
Judol Semakin Menggurita, Negara Terlihat Kalah: OJK Kembali Bekukan Rekening Bank Dan E-wallet
Danrem 023/KS Bersama Satgas Bencana Berjalan Kaki Tembus Desa Simaningir
Maruarar Sirait: 2.603 Hunian Tetap Dibangun, Negara Harus Hadir Sejak Tanggap Darurat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:05 WIB

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:13 WIB

Iming-Iming Investor Smelter Berujung Skandal Saham, Kariatun Ditetapkan Tersangka dan Masuk DPO

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:29 WIB

Menuju Tahun 2026 Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:26 WIB

PGI Kota Bogor Bidik Emas, Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jabar 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:24 WIB

Judol Semakin Menggurita, Negara Terlihat Kalah: OJK Kembali Bekukan Rekening Bank Dan E-wallet

Berita Terbaru

Berita

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani

Rabu, 31 Des 2025 - 21:05 WIB