FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com,Jakarta

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan KPK harus memiliki keberanian dan konsistensi dalam penegakan hukum.

Prinsip ini penting ditegakkan terkait kasus Nusron Wahid yang telah dua kali mangkir dari panggilan komisi anti rusuah itu.

“KPK sedang dalam sorotan publik.

Publik bertanya, kenapa Nusron Wahid tidak memenuhi dua panggilan KPK dan lebih mementingkan perjalanan dinas ke luar negeri.

Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, KPK harus berani, tidak boleh menjadi penakut,”ujar Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane dalam diskusi kebangsaan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Polemik mangkirnya Nusron Wahid semakin besar.

Rabu kemarin, Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN) tampak menghadiri sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

“Apa langkah KPK berikutnya, ini ditunggu publik.

Apakah KPK cukup berani menghadapi pejabat negara aktif?”tanya Raja Pane membuka diskusi FWK.

Hadir dalam diskusi ini, antara lain mantan Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022 Hendry Ch Bangun, pendiri dan pengurus FWK serta sejumlah pemimpin redaksi media massa.

Baca Juga :  FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT

Salah seorang wartawan senior, M Nasir juga mengangkat isu kebebasan berekspresi.

Bertepatan dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace menggelar aksi heboh dan viral di medsos, yakni mengibarkan banner raksasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Ini aksi protes lingkungan dan kritik terhadap kinerja pemerintah, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hendry Bangun mengapresiasi pernyataan Kepala Bakom Pemerintah, Syahganda Nainggolan terkait aksi Greenpeace.

Pemerintah, kata Syahganda, menghormati aksi Greenpeace sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat.

“Kita pegang pernyataan Syahganda ini sebagai komitmen pemerintah.

Ini penting agar media massa tidak takut dalam menyampaikan kritik.

Buktikan pemerintah tidak antikritik,”ujar mantan wartawan Kompas.

Berman Nainggolan, Pimred Mitrapolitika menambahkan, enam aktivis yang memasang banner raksasa itu— yang sempat dievakuasi oleh aparat kepolisian, TNI dan Pemprov DKI Jakarta— sudah dipulangkan.

Baca Juga :  BPD Burangkeng Jadi Sorotan, Pilkades Memanas Picu Dualisme Panitia

Para aktivis itu dibawa hanya untuk mendapat penangangan kesehatan.

Masih mengevaluasi, Raja Pane menyatakan, kecurigaan masyarakat adanya perlakuan berbeda terhadap Nusron Wahid muncul setelah yang bersangkutan dua kali mangkir dari panggilan KPK.

Apalagi setelah wartawan melihat Nusron Wahid berada di Istana mengikuti sidang kabinet.

Tanggal 7 Oktober lalu, Nusron Wahid tidak memenuhi panggilan pertama KPK, untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BTN.

Selanjutnya, pemanggilan kedua KPK, tanggal 15 Oktober lalu, Nusron Wahid kembali tidak hadir, dengan alasan adanya perjalanan dinas ke luar negeri.

KPK menyatakan penyidik masih mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron Wahid dan mempertimbangkan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan surat perintah membawa.

“Sekali lagi, ketegasan KPK sedang diuji. Rakyat menunggu tindakan nyata KPK, bukan omon-omon,”ujar Raja Pane. ***

Redaksi,-

Berita Terkait

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Jend.TNI ( P ) Dudung Abdurahman Didaulat Sebagai Puun Ageung Bapa Gede Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana
Pesta Jagung, Peluncuran Lagu Ithonkrock-007, dan Pembukaan Elang Waterplay Meriahkan Tasikmalaya
Sumedang Utara Juara Piala Dony Yoshua U-21, Bawa Pulang Hadiah Rp50 Juta
Bertepatan dengan HUT ke-75 Prabowo Subianto, Koperasi ASN Kota Bogor Luncurkan OKEL
Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026.
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WIB

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Jend.TNI ( P ) Dudung Abdurahman Didaulat Sebagai Puun Ageung Bapa Gede Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana

Berita Terbaru

Berita

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WIB