Milangkala RWS Ke-70, Bija Suci Terlahir Dan Menerangi Sumedang

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Sumedang.

Rukun Wargi Sumedang menggelar perayaan hari jadinya yang ke-70, dengan penuh hidmat dan kesederhanaan.

Acara dilaksanakan di Kantor Hukum Pandji Center, Jl. Pangeran Kornel, Kota Kulon – Sumedang Selatan, pada Minggu 6/9/2026.

Milangkala RWS ke- 70, mengusung tema ” Bija Suci Terlahir Dan Menerangi ” ini dihadiri oleh jajaran pengurus RWS Puseur, RWS Cabang, pinisepuh RWS/YPS, kamandalaan/rurukan dan kabuyutan se-kabupaten Sumedang, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Umum RWS Puseur, Ir. RD. Dany Ramdhani Soeriakoesoemah dalam sambutannya, menyampaikan rasa empatinya kepada seluruh kawargian yang telah hadir dan mengikuti jalannya kegiatan perayaan Milangkala yang ke- 70.

” Sebagai keturunan dari para leluhur Sumedang, kita patut berbangga dan bersyukur, karena Sumedang merupakan salah satu bagian dari sejarah yang ada di dalam bingkai negara kesatuan NKRI.

Baca Juga :  HUT ke-11 Sudut Pandang, Menkop Ferry Juliantono hingga OC Kaligis Raih Award 2026.

Dan RWS terbentuk merupakan panggilan dan perintah dari negara, untuk itu sebagai keturunan dari para leluhur Sumedang dan sebagai penerus kita patut berbangga dan bersyukur dengan adanya RWS, ” ungkap RD. Dany.

Sementara itu, Sekjen RWS Puseur, RD. Penanjung WD Dasaputra, S.H. M.H., atau yang akrab disapa Kang Widi menyatakan bahwa RWS sudah ada sejak 1902.

” RWS sudah lahir sebelum NKRI berdiri, karena keberadaan kerajaan Sumedang larang sebagai penerus/ Trah kerajaan Padjajaran, dan RWS adalah masyarakat adat keturunan dari para leluhur Sumedang, ” jelasnya.

Lebih lanjut Kang Widi menyampaikan, sesuai tema yang diusung dalam tubuh RWS telah menghadirkan benih atau penerus bangsa dan bermanfaat bagi negara.

Baca Juga :  BPD Burangkeng Jadi Sorotan, Pilkades Memanas Picu Dualisme Panitia

” Sesuai amanat para leluhur Sumedang, RWS sebagai penerus trah Padjajaran harus berbakti dan berbagi kepada sesama saling menerangi, sampai terwujudnya kesejahteraan lahir batin, ” tuturnya.

Sementara itu ketua RWS Cabang, Rd. Supriatna Avip menghimbau kapada kamandalaan/rurukan dan kabuyutan yang ada di 26 kecamatan se-kabupaten Sumedang untuk diperkuat.

” Untuk kamandalaan, rurukan dan kabuyutan yang ada di 26 kecamatan se-kabupaten Sumedang untuk lebih memperkuat kearifan lokalnya, guna merawat sejarah, seni budaya, tokoh adat istiadat termasuk para kuncen yang menerangkan tentang leluhurnya supaya tidak tergerus oleh zaman, ” pungkas Supriatna Avip.

Redaksi

Berita Terkait

KDMP Sumedang Didorong Segera Beroperasi, 20 Titik Siap Digunakan.
Alam Mengingatkan Manusia untuk Berhenti Sejenak di Tengah Rutinitas
Aksi Peduli Polisi, Bagikan Masker untuk Lindungi Masyarakat dari Abu Vulkanik
Sumedang English Olympiad 2026 Sukses Digelar, Zahira Nur Asyifa Raih Piala Juara Umum Kapolres Sumedang.
Dony Dorong Semangat Maulid Perkuat Akhlak dan Persaudaraan.
Jalan Santai Bersama Dony, Warga Sumedang Jemput Kebahagiaan.
Senyum Warga Cianjur Terlihat di Tengah Pembagian Masker oleh Polisi
Kapolda Jabar dan Ketua Bhayangkari Daerah Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Nelayan Pangandaran
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:46 WIB

KDMP Sumedang Didorong Segera Beroperasi, 20 Titik Siap Digunakan.

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Alam Mengingatkan Manusia untuk Berhenti Sejenak di Tengah Rutinitas

Senin, 7 September 2026 - 21:28 WIB

Milangkala RWS Ke-70, Bija Suci Terlahir Dan Menerangi Sumedang

Senin, 7 September 2026 - 18:22 WIB

Aksi Peduli Polisi, Bagikan Masker untuk Lindungi Masyarakat dari Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WIB

Sumedang English Olympiad 2026 Sukses Digelar, Zahira Nur Asyifa Raih Piala Juara Umum Kapolres Sumedang.

Berita Terbaru