Kasus Farmasi Terus Bergulir, Delapan Organisasi Resmi Serahkan Gugatan Ke Mahkamah Agung RI

- Jurnalis

Senin, 7 November 2022 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 Nov. 2022 inv.dpp awdi. Besarnya cita cita Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo pada saat menduduki Jabatanya sebagai orang Nomor 1 di Negara Ini, Menginginkan Reformasi Hukum yang mana selama ini seperti racun yang ditinggalkan penjajah dalam bentuk Hukum untuk Menghukum (Law for Punishment) yang seharusnya Hukum Untuk Keadilan (Law For Justice) hal tersebut di respon oleh Sunardjo Sumargono JD Pakar Hukum di Kongres Advokasi Indonesia (KAI Juanda) yang kini giat menjadi Pakar Hukum para Penggugat untuk kepentingan masyarakat.

Meneruskan perjuangan terhadap pabrik Farmasi yang Memproduksi Obat Obatan yang berbahaya dan mengakibatkan kasus Kematian Dan Sakit pada Balita di Indonesia sehingga Pabrik Farmasi Produksi Obat obatan di Gugat Class Aktion ke Mahkamah Agung RI, berita pun kini menjadi viral di tanah air.
Menyusul langkah selanjutnya menyerahkan berita acara dari delapan Pimpinan Organisasi yang ikut menyerahkan Gugatan tersebut, dari delapan organisasi tersebut adalah Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) Posbakum Wicaksana (Pos Bantuan Hukum Wicaksana) Kongres Advokasi Indonesia (KAI) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) BEM FH Universitas Jakarta Leadham Internasional Himpunan Pengacara Advokasi Indonesia Emak emak Putra Putri Milenial.

Waupun sempat alot menunggu dari Pukul 11.00 S/D Pukul 13 serta kurangnya respek dan respon dari Pihak Mahkamah agung yang bicara lewat phone seluler di loby kantor namun berita acara telah diterima oleh Pihak Staf Mahkamah Agung, menurut Nardjo atau yang akrab dipanggil Ki Gelo Bejad yang di dampingi Mohamad Yuntri, Kamaruzaman,Supriyanto,Enita,Risma Sihotang dan Dedy pihaknya sepakat akan memberikan Tembusan Berita Acara Gugatan Class Action ini Kepada Presiden Jokowi, Dan Ketua DPR RI agar dapat di jadikan Rapat Dengar Pendapat (RDP)pada agenda sidang Komisi, agar persoalan serius ini dapat di Kabulkan Oleh Mahkamah Agung RI, sebagai Lembaga tertinggi Pelindung Hukum NKRI.

Baca Juga :  Mahkamah Agung Minta Masyarakat Ikut Awasi Peradilan

Menurut Nardjo Bahwa Class Action ini baru dilakukan Gugatan Ke Mahkamah Agung RI tehadap Para Pihak Yang Merugikan Masyarakat dalam Hal ini Pabrik Farmasi di Indonesia, karena Kasus dan Permasalahan ini skalanya Nasional Maka Gugatan Tetap di tujukan Ke Pihak Mahkamah Agung RI. Bukan PERMA yang di tujukan Harus ke Pengadilan Negeri/Tinggi Provinsi Kabupaten Kota masing masing, ini menjadi sidang kepentingan Lokal, padahal Kami Para penggugat Agar Gugatan Kami dapat diterima dan dipelajari Oleh Pihak MA agar Tidak Salah Persepsi. Karena gugatan ini bukan bersifat pribadi, atau ketidak tahuan ungkap Romo Nardjo aki aki Gaek yang walaupun duduk di kursi roda tapi memiliki semangat perjuangan yang tinggi untuk Kepentingan Warga Masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Dewan Penasehat PWI, Ilham Bintang Digantikan Oleh Anton Charlyan, Pwi Pusat Lakukan Perombakan Besar Pengurus

Sementara dari diskusi dan pembicaraan yang di terima Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) dari Pihak LPKN Supriyanto,(HAPI) Enita, (Leadham Internasional) Risma Sihotang) Bahwa permasalahan ini tetap akan Dikawal,karena ini untuk kepentingan Warga masyarakat yang kita berikan kepada Negara Agar Tidak Dirugikan tugas kita untuk memberikan Informasi bantuan Hukum terbaik dan Prosedur begitu ucapan Dua srikandi pejuang Hukum yang tetap bersemangat.

sementara Supriyanto LPKN dan Muhamad Yuntri KAI. mengatakan Bahwa Pemberitaan yang masih Hangat dan Ada dari seluruh Media Online yang beredar itu apa adanya semua adalah hasil konfirmasi dan Investigasi, diharapkan Pihak Pemerintah yang berkaitan dengan permasalahan Ini Jangan Saling tuding dan saling Menyalahakan baik BPOM dan Menteri Kesehatan serta para pihak terkait.

Dengan Adanya Gugatan Class Action Ini merupakan Pajaran Berharga Buat Produsen Besar Pembuat Obat Obatan Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Generasi Penerus Bangsa, Harapan Dari Para pihak yang Melakukan Gugatan dan Pihak media yang memberikan Kontribusi Tulisan dan Pemberitaan Agar kepada Pihak Mahkamah Agung Republik Indonesia Mendukung Penuh dan Mengabulkan GuGatan Class Action Ini. Begitu Ucapan Sunardjo Sumargono JD dan Para Pihak yang Hadir. /BW/SPD/EK/SH./TIM.

Berita Terkait

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani
Iming-Iming Investor Smelter Berujung Skandal Saham, Kariatun Ditetapkan Tersangka dan Masuk DPO
Menuju Tahun 2026 Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan
PGI Kota Bogor Bidik Emas, Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jabar 2026
Berlokasi Di Kaki Gunung Cakrabuana, GEMPPA SMUN 1 Ciawi Tempa Calon Anggota Lewat Diksar ke-38
Judol Semakin Menggurita, Negara Terlihat Kalah: OJK Kembali Bekukan Rekening Bank Dan E-wallet
Danrem 023/KS Bersama Satgas Bencana Berjalan Kaki Tembus Desa Simaningir
Maruarar Sirait: 2.603 Hunian Tetap Dibangun, Negara Harus Hadir Sejak Tanggap Darurat

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:05 WIB

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:13 WIB

Iming-Iming Investor Smelter Berujung Skandal Saham, Kariatun Ditetapkan Tersangka dan Masuk DPO

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:29 WIB

Menuju Tahun 2026 Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:26 WIB

PGI Kota Bogor Bidik Emas, Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jabar 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:24 WIB

Judol Semakin Menggurita, Negara Terlihat Kalah: OJK Kembali Bekukan Rekening Bank Dan E-wallet

Berita Terbaru

Berita

SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani

Rabu, 31 Des 2025 - 21:05 WIB