zonapers.com | Tasikmalaya.
Kabut tipis, jalur terjal, dan beban di pundak menjadi saksi proses pembentukan karakter calon anggota Generasi Muda Pelajar Pecinta Alam (GEMPPA) SMUN 1 Ciawi, Tasikmalaya. Melalui Pendidikan Dasar (Diksar) ke-38, GEMPPA kembali menempa generasi muda agar tangguh, disiplin, dan mencintai alam, Kamis (25/12/25).

Kegiatan tahunan ini berlangsung selama 25–28 Desember 2025 dan diikuti sekitar 15 siswa internal SMUN 1 Ciawi. Sejak hari pertama, peserta langsung diuji lewat long march jarak jauh dengan membawa perlengkapan penuh—sebuah pembuka yang sengaja dirancang untuk menguji fisik, mental, dan daya tahan.
Tak sekadar berjalan, peserta juga dibekali berbagai materi inti kepecintaalaman, mulai dari Orientasi Medan (Ormed), Navigasi Darat, hingga Teknik Bertahan Hidup (Survival). Seluruh materi diterapkan langsung di alam terbuka, sepanjang jalur menuju bukit dan hutan Gunung Cakrabuana, Jawa Barat, yang menjadi pusat pelatihan.

Di balik kerasnya medan, nilai kebersamaan dan kekompakan tim menjadi penilaian utama. Setiap peserta dituntut saling membantu, mengambil keputusan bersama, dan bertanggung jawab satu sama lain.
“Kami tidak hanya melatih fisik, tapi juga mental dan solidaritas. Di alam bebas, kekompakan adalah kunci utama untuk bertahan,” ungkap salah satu senior GEMPPA yang mendampingi kegiatan.
Empat hari penuh tantangan itu pun berakhir, menyisakan kelelahan yang terbayar dengan pengalaman, ilmu, dan kenangan mendalam. Diksar ke-38 menjadi gerbang awal bagi para peserta untuk melangkah sebagai keluarga besar GEMPPA—siap menjaga alam, dan ditempa oleh alam.
Redaksi.


































































