Satgas Gulcan Korem 023/KS Dropping Logistik Lewat Udara Ke Desa Terpencil Sait Kalangan II.

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com.Tapteng.

Pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulcan) Korem 023/KS terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke desa-desa terdampak yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Upaya pendistribusian bantuan dilakukan secara intensif guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pendistribusian logistik melalui jalur udara ke Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (10/01/26).

Dropping logistik tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Gulcan Korem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budianto. Bantuan disalurkan melalui udara mengingat kondisi medan yang sulit serta kerusakan infrastruktur pasca bencana yang menyebabkan akses darat belum dapat dilalui.

Baca Juga :  Anjungan Sulut TMII, Memiliki Warna Tersendiri Saat Pengukuhan DPP KKK

“Penyaluran bantuan logistik via udara ke Desa Sait Kalangan II kami lakukan karena hingga saat ini desa tersebut masih sulit dijangkau akibat kondisi medan dan infrastruktur yang rusak pasca bencana,” ujar Danrem.

Lebih lanjut disampaikan, TNI bersama pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat pasca bencana alam. “TNI ingin memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan. Hari ini kami menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, air bersih, serta kebutuhan pokok lainnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Bantu Rehab Rumah Warga Kurang Mampu di Timika

Di lokasi pendistribusian, salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih dan haru atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh TNI. Menurutnya, tanpa adanya dropping logistik melalui udara, warga harus berjalan kaki hingga enam jam menuju desa terdekat atau posko bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kalau tidak ada dropping logistik ini, kami harus berjalan kaki selama enam jam untuk mendapatkan bantuan,” ungkap salah satu warga.

Pewarta :Syabil.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru