FWK Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Besar Atasi Bencana Sumatera dan Pembalakan Liar

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia tengah berduka setelah banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra sejak 25 November 2025. Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai bencana besar yang diperparah kerusakan lingkungan ini semestinya sudah ditetapkan sebagai bencana nasional.

Hingga Jumat (5/12), BNPB melaporkan data sementara:

867 orang meninggal,

521 orang hilang,

4.200 orang luka-luka,

serta 849.133 jiwa mengungsi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane, mengatakan bahwa penderitaan para korban tidak boleh dipandang sebagai angka semata.

“Di balik setiap korban terdapat duka yang mendalam. Mereka membutuhkan penanganan darurat super cepat, mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga layanan kesehatan,” tegas Pane.

FWK juga menekankan bahwa pemerintah harus segera merencanakan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik, rumah warga, sekolah, perkantoran, hingga jembatan.

Baca Juga :  Kapolres Sumedang Pimpin Evakuasi Longsor di Cadas Pangeran

Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) disebut telah menyiapkan 200 hipnoterapis profesional untuk membantu pemulihan psikososial di lokasi pengungsian.

Presiden Prabowo Diharap Bertindak Cepat dan Adil

Menurut Pane, bencana besar ini menjadi ujian ketangkasan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam manajemen bencana dan strategi kemanusiaan.

“Negara harus hadir secara nyata. Kita ingin melihat ketegasan Presiden Prabowo dalam memimpin penanganan bencana secara cepat, terukur, dan berkeadilan,” ujar Pane.

Ia menambahkan bahwa alutsista dan peralatan berat milik TNI dan Polri harus dikerahkan tanpa menunggu instruksi panjang apabila dibutuhkan untuk evakuasi dan distribusi bantuan.

Sorotan Tajam: Dugaan Pembalakan Liar Memperparah Banjir

FWK menuding ada dugaan kuat bahwa kerusakan hutan di Pegunungan Bukit Barisan semakin memperparah dampak bencana. Potongan kayu gelondongan ditemukan terseret arus dan menghantam rumah warga serta jembatan.

“Kerusakan hutan tidak boleh dibiarkan. Pemerintah wajib mengusut tuntas dan mengadili siapa pun yang menjadi bagian dari rantai perusakan hutan, baik itu illegal logging maupun deforestasi berizin,” kata Pane.

Ia menegaskan bahwa hingga kini Presiden Prabowo belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan pembalakan liar sebagai faktor pemicu banjir bandang.

Baca Juga :  Dandim 1710/Mimika Beri Perhatian di Bulan Kasih Natal, Kunjungi Anggota yang Sakit

FWK: Presien Jangan Kalah dari Mafia Hutan

“Ini saatnya Presiden Prabowo menunjukkan langkah raksasanya. Jangan kalah dari mafia hutan. Generasi muda bangsa ini menanggung akibat jika pemerintah membiarkan kerusakan lingkungan terus terjadi,” ujar Pane menutup pernyataannya.

Redaksi.

Berita Terkait

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing
Group Pecinta Alam GEMPPA Tasikmalaya Rayakan Hari Jadinya Ke 37
Kanim Belawan Gelar Buka Puasa Bersama Dhuafa Dan Yatim Piatu

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Senin, 16 Maret 2026 - 16:39 WIB

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:39 WIB

Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:54 WIB

Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing

Berita Terbaru

Berita

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:39 WIB