Jateng Gerak Cepat Tangani Isu Iklim Global Dunia, Meningkatkan Swasembada Pangan

- Jurnalis

Jumat, 27 Januari 2023 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Pati – Gubernur Jawa barat Tengah”, Ganjar Pranowo”, gerak cepat menindaklanjuti isu iklim global dunia. Pergantian musim yang tidak bisa ditebak saat ini pada akhirnya masyarakat Jawa Tengah, bisa mengalami kekurangan bahan pangan.

Gubernur Jawa Tengah memerintahkan SKPD Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan diskusi dengan Dinas yang berhubungan ketahanan pangan pengolahan lahan berbasis lingkungan.

Kabir. Infrastruktur dan SDA ,. Dadang Somantri ATD. MT. ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan supaya Pemprov Jateng mengalang gotong royong semua anak bangsa membangun ekonomi lingkungan.

SKPD Pemprov Jateng dalam rapat kerja, dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah :” Kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi Jawa Tengah,”. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah “,’. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah'”,. Kepala Perum Perhutani Divre Jawa Tengah, “‘. Kepala Balai Pelatihan Pertanian” Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah,. Juga Dr. Muhammad Sobri p S.Pt M.T. direktur PT. Teknologi Tlogowungu, Indonesia. Bersama Tim Kubota, KOMNAS PPLH provinsi Jawa Tengah.

Tempat diskusi rapat ” dilaksanakan dilokasi Pusat Study dan training of trainer. DG Bio reaktor Kapal Selam ( Tlogowungu FARM).

Kepala biro infrastruktur dan SDA,”. Dadang Somantri menyampaikan ‘. Pengolahan lahan dan membangun rekayasa injenering segera dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Dadang Somantri memberi arahan terhadap Kepala Perum perhutani Jawa Tengah di wakili Adm KPH Pati “, ,” Arif , untuk memberi solusi memanfaatkan lahan Perhutani wilayah gunung kendeng supaya ditata dengan cermat diharapkan supaya dibuat teras Siring dengan menggunakan traktor supaya pekerjaan lebih cepat. Dengan melalui pendekatan kepada masyarakat gunung kendeng. Isu pegunungan tersebut dalam perijinan pengelolaan kehutanan sosial'”, tidak perlu dipermasalahkan KPH pati. selagi masih dalam penguasaan perhutani,”. Perhutani punya hak dalam menyikapi penataan supaya gunung kendeng bisa diminimalisir kegundulan. Selamatkan gunung kendeng hijaukan kembali, hitung berapa anggaran yang perlu Pemprov Jateng keluarkan, sosialisasikan dengan masyarakat sekitar gunung kendeng manfaat tanaman jagung dengan tanaman lain, yang bisa menambah besarnya pendapatan dibanding tanaman jagung.

Baca Juga :  Polres Sumedang Gelar Peringatan Isra Mi'raj 1444H/2023

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Jawa tengah, seperti yang di sampaikan ketua Komnas PPLH Jawa Tengah “, Endro lukito’,. Semakin hari sungai semakin sempit, pendangkalan sungai dan saluran sungai yg di akibatkan oleh abrasi tanah dari atas hingga bawah,. akibatkan kondisi sungai saluran sungai dangkal, tanaman liar dan tumpukan sampah rumah tangga berada di dalam saluran, daya tampung debit air saat banjir datang sungai tidak mampu menahan besarnya debit pada akhirnya air meluap, terjadi tanggul jebol, lalu air mengalir ke dataran yang lebih rendah di pemukiman penduduk dan lahan pertanian.

Dr. M. Sobri ungkapkan untuk mengatasi iklim panca rubah perlu di lakukan penanganan kawasan hutan saat ini memperhatinkan, penanganan hutan dikembalikan fungsinya supaya disaat musim hujan, memperkecil timbul nya banjir di wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polri Ajak Masyakarat Berkarya Lewat Sederet Lomba

Dr. M. Sobri “,. Penataan lahan dikerjakan oleh tim ahli kubota, jika kurang akan kita lakukan pendekatan dengan tim lain selain kubota dan PPLH, supaya penataan lahan perhutani bisa semaksimal mungkin.

Dadang Somantri,”. Mengharapakan masyarakat sekitar supaya di arahkan untuk menaman tanaman agroporestik, karena hasil nya lebih baik secara ekonomi juga bisa memperbaiki lingkungan kawasan Perhutani.

Program penyelamat lahan Perhutani perlu segera di buat kurikulum , supaya tahun yang akan datang banjir supaya tidak terulang kembali. Gunung kendeng bisa ditata menjadi teras Siring.

Perum Perhutani Jawa Tengah, diwakili Adm. KPH Pati ” Arif “, kehadiran nya mewakili pimpinan yang tidak bisa hadir karena adanya kegiatan lain, terkait mengenai kawasan hutan gunung kendeng , rusaknya gunung kendeng dampak penjarahan hutan disaat kresis ekonomi Indonesia tahun 1998, penebangan liar yang terjadi dimana-mana. Kawasan gunung kendeng sebagian masuk KPH Pati, sebagian masuk KPH Purwodadi, walaupun masih wilayah KPH Pati, KPH Pati sudah melakukan pendekatan masyarakat kawan hutan kendeng bahkan saat ini sudah ada perubahan untuk menaman tanaman tahun seperti alpokat dan lain -lain.

KPH Pati “, Arif “, jika untuk kebaikan bersama pengolahan dan penataan lahan kawasan gunung kendeng dengan mengunakan traktor , supaya pengerjaan lebih cepat , bisa komunikasikan.

Jurnalis .E L

Berita Terkait

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing
Group Pecinta Alam GEMPPA Tasikmalaya Rayakan Hari Jadinya Ke 37
Kanim Belawan Gelar Buka Puasa Bersama Dhuafa Dan Yatim Piatu

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Senin, 16 Maret 2026 - 16:39 WIB

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:39 WIB

Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:54 WIB

Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing

Berita Terbaru

Berita

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:39 WIB