KPK periksa sejumlah saksi terkait kasus korupsi Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin

- Jurnalis

Jumat, 20 Mei 2022 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

KPK memeriksa sejumlah mahasiswa hingga pihak swasta terkait kasus korupsi Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin. Mereka diperiksa KPK sebagai saksi.

“Hari ini (20/5) pemeriksaan saksi TPK (tindak pidana korupsi) suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor TA 2021,” ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (20/5/2022).

Adapun pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, Ali belum merincikan pertanyaan apa yang akan dikonfirmasi kepada para saksi tersebut.

Adapun para saksi yang diperiksa Tim Penyidik KPK di kasus suap Bupati Bogor Ade Yasin antara lain:

1. Rieke Iskandar selaku Sekretaris KONI Kabupaten Bogor;

2. Jonarudin Syah selaku Direktur CV Raihan Putra;

3. Sunaryo selaku Dirut PT Kemang Bangun Persada;

4. H. Sabri Amirudin selaku Direktur PT Sabrina Jaya Abadi;

5. Muhammad Wijaksana selaku Pegawai honorer BPK Perwakilan Jawa Barat;

6. Genia Kamilia Sufiada selaku Pelajar/Mahasiswa;

7. Putri Nur Fajrina selaku Pelajar/Mahasiswa; dan

8. Tantan Septian selaku sopir.

Sebelumnya KPK juga telah memanggil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat Agus Khotib beserta jajarannya pada Kamis (19/5). Tim Penyidik menanyakan pengetahuan mereka terkait dengan pembentukan untuk memeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor.

Kemudian, KPK juga pernah memeriksa jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor. Mereka ditanya KPK terkait beberapa proyek perkara yang dijadikan obyek pemeriksaan BPK Perwakilan Jawa Barat.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin sebagai tersangka di kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Dia diduga menyuap pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat senilai Rp 1,9 miliar agar Kabupaten Bogor mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

“Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY (Ade Yasin) melalui IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) kepada tim pemeriksa, di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp 10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di KPK, Kamis (28/4).

Baca Juga :  Inilah Klarifikasi Dan Kronologis Oknum Hakim Tanggapi Pemberitaan Yang Beredar Beberapa Waktu lalu

( Hans).

Berita Terkait

Kemenag RI Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 H Sore Ini
FWK-EVIDENT INSTITUTE, Kerjasama Bidang Penelitian, Mencari Solusi Di Tengah Disrupsi Digital
Ucapan Selamat HPN Yang Tulus, Meski Tanpa Kehadiran
Perlukah Pelaksanaan Hari Pers Nasional Dialihkan ke Dewan Pers?
FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah Dan Desak Revisi UU Pers
Struktur Polri Bukan Pidato Politik
Ronny F Sompie : Natal Purnawirawan Polri Adalah Sukacita, Iman, dan Silaturahmi Dalam Satu Perayaan
Respons Pembina FWK Terhadap Putusan MK Bagi Wartawan: Sedikit Kegembiraan Di Tengah Kecemasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:36 WIB

FWK-EVIDENT INSTITUTE, Kerjasama Bidang Penelitian, Mencari Solusi Di Tengah Disrupsi Digital

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:56 WIB

Ucapan Selamat HPN Yang Tulus, Meski Tanpa Kehadiran

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:38 WIB

Perlukah Pelaksanaan Hari Pers Nasional Dialihkan ke Dewan Pers?

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:36 WIB

FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah Dan Desak Revisi UU Pers

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:23 WIB

Struktur Polri Bukan Pidato Politik

Berita Terbaru

Berita

Dedi Dan Polda Jabar Jemput 12 Korban TPPO di Sikka.

Selasa, 24 Feb 2026 - 08:23 WIB

Berita

Polda Jabar Dan KDM Jemput Pekerja Hiburan Di Sikka.

Senin, 23 Feb 2026 - 12:48 WIB