Menlu Sugiono Dinilai Wajib Baca Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” Karya Teguh Santosa

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Oleh : HM.Untung,SH,MH.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dinilai perlu membaca buku Reunifikasi Korea: Game Theory karya Teguh Santosa sebagai salah satu referensi penting untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum DPN GEMA Kosgoro HMU Kurniadi dalam acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Kurniadi, buku yang ditulis Teguh Santosa tersebut memberikan perspektif strategis mengenai konflik dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea melalui pendekatan game theory atau teori permainan.

“Buku ini sangat penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Dengan membaca buku ini, diharapkan beliau semakin memperkaya perspektif strategis dalam melihat dinamika hubungan internasional,” ujar Kurniadi dalam diskusi tersebut.

Baca Juga :  Menteri ATR BPN Marsekal Hadi : Saya Tidak Takut Mafia Tanah Manapun!

Pendekatan teori permainan yang digunakan dalam buku itu, lanjut Kurniadi, memberikan gambaran bagaimana negara-negara membuat keputusan strategis dengan mempertimbangkan langkah dan respons pihak lain.

“Diplomasi modern membutuhkan cara berpikir strategis seperti yang dijelaskan dalam buku ini. Karena itu saya berharap Menteri Luar Negeri Sugiono dapat membaca buku ini agar semakin kapabel dalam mengelola diplomasi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global,” katanya.

Buku karya Teguh Santosa tersebut dinilai mampu memberikan kerangka berpikir yang lebih komprehensif mengenai strategi diplomasi, negosiasi internasional, serta peran aktor-aktor global dalam menentukan arah konflik maupun perdamaian.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika geopolitik dunia, Sugiono diharapkan mampu memperkuat posisi diplomasi Indonesia di panggung internasional sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah perubahan konstelasi politik global yang semakin dinamis.

Baca Juga :  Cemburu Membabi Buta, Gagan Siram Istri dan Anak dengan Air Keras, Polisi Bertindak Cepat

Sementara itu, Teguh Santosa saat membedah buku tersebut menjelaskan bahwa Reunifikasi Korea: Game Theory tidak hanya membahas hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, tetapi juga menggambarkan bagaimana kepentingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan Jepang memengaruhi dinamika politik di kawasan tersebut.

Menurutnya, pendekatan teori permainan membantu menjelaskan bagaimana setiap negara mengambil keputusan strategis dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan respons dari aktor lain.

“Isu reunifikasi Korea tidak hanya soal dua negara, tetapi juga melibatkan kepentingan geopolitik negara-negara besar. Karena itu pendekatan strategis sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi,” ujar Teguh.

Redaksi.

Berita Terkait

Puskesmas Tanah Masa Hadir di SDN 075077 Bawo Ofuloa, Vaksinasi Siswa Berlangsung Tertib dan Aman.
Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Ajakan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, 27 Agustus 2026
Aliansi Buruh Jawa Barat Nyatakan Tidak Gelar Aksi pada 27–28 Agustus 2026
Danrem 023/KS Tutup Secara Resmi Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat di Kepulauan Nias,”Tinggalkan Manfaat Bagi Masyarakat”.
Ketua Umum FRIC Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”
FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga
Antisipasi Karhutla Saat Kemarau, Kapolda Jabar Ingatkan Pendaki
Sekjen DPP FRIC H.Deden Hardening, Ingatkan Pelajar,Jangan Mudah Terprovokasi Ajakan Unjuk Rasa.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Puskesmas Tanah Masa Hadir di SDN 075077 Bawo Ofuloa, Vaksinasi Siswa Berlangsung Tertib dan Aman.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Ajakan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, 27 Agustus 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Aliansi Buruh Jawa Barat Nyatakan Tidak Gelar Aksi pada 27–28 Agustus 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Danrem 023/KS Tutup Secara Resmi Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat di Kepulauan Nias,”Tinggalkan Manfaat Bagi Masyarakat”.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Ketua Umum FRIC Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”

Berita Terbaru