zonapers.com, Sumedang.
Majelis Adat Sumedang Larang menolak rencana pengembangan geotermal Gunung Tampomas saat mengikuti RDPU bersama Komisi IV DPRD Sumedang, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang tersebut membahas tiga persoalan utama, yakni perlindungan cagar budaya, kelestarian mata air, dan keselamatan warga.
Wakil Ketua DPRD Sumedang, Atang Setiawan, memimpin rapat bersama Ketua Komisi IV, Asep Roni Hidayat, serta seluruh anggota Komisi IV.
Selain itu, perwakilan pemerintah daerah turut menghadiri pertemuan untuk menyimak aspirasi masyarakat adat mengenai rencana pemanfaatan energi panas bumi.
Majelis Adat Sumedang Larang menilai pengembangan geotermal berpotensi mengancam kelestarian alam Gunung Tampomas, merusak kawasan bersejarah, serta mengganggu sumber mata air masyarakat.
Bagi masyarakat adat, Gunung Tampomas bukan sekadar bentang alam, melainkan kawasan cagar budaya, sumber kehidupan, sekaligus ruang sakral yang perlu dijaga.

Karena itu, mereka menolak rencana tersebut demi melindungi warisan leluhur, menjaga keseimbangan lingkungan, dan mempertahankan ketersediaan air bagi warga sekitar.
Selain ancaman lingkungan, masyarakat adat mengkhawatirkan potensi penurunan debit mata air, kerusakan ekosistem, hingga risiko bencana geologis akibat pengembangan geotermal.
Meski demikian, masyarakat memerlukan kajian ilmiah dan penilaian teknis untuk mengetahui secara objektif potensi dampak pengembangan energi panas bumi tersebut.
Menanggapi aspirasi itu, Atang Setiawan menyatakan DPRD akan menyampaikan seluruh masukan masyarakat adat kepada pimpinan dewan untuk tindak lanjut.
Selanjutnya, DPRD Sumedang berencana menggelar rapat kerja bersama dinas terkait yang menangani sektor energi, lingkungan hidup, dan kebudayaan.
Melalui rapat tersebut, DPRD akan mendalami persoalan yang masyarakat adat sampaikan sebelum menentukan langkah pembahasan berikutnya.
Atang juga menyatakan DPRD akan menyampaikan hasil rapat kerja kepada masyarakat, khususnya Pengurus Pusat Majelis Adat Sumedang Larang.
Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut DPRD untuk memastikan pembahasan rencana geotermal Gunung Tampomas memperhatikan kelestarian alam, warisan budaya, dan keselamatan warg
Pewarta : Ujs

































































