zonapers.com,Jakarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan percepatan pembangunan 2.603 hunian tetap bagi korban bencana di Sumatra sebagai bentuk kehadiran negara sejak masa tanggap darurat menmaparkan kala mendatangi Kramat Raya,Johar Baru, Jakarta Pusat pada kegiatan berbagi kasih Natal, Jakarta (26/12/25).
Pembangunan tahap awal telah dimulai di Sumatra Utara—meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Sibolga—serta akan segera menyusul ke Aceh dan Sumatra Barat.

Maruarar menyebut langkah cepat ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang meminta hunian tetap tidak lagi menunggu fase rehabilitasi.
“Biasanya hunian tetap dibangun belakangan. Presiden Prabowo ingin lebih cepat,” ujar Maruarar usai kegiatan Berbagi Kasih Natal.
Ia menegaskan pembangunan tidak boleh asal cepat. Kepastian lahan, keamanan bencana, akses fasilitas umum, dan jalur logistik menjadi syarat utama.

“Jangan memindahkan korban bencana ke lokasi yang tidak aman,” tegasnya.
Program ini melibatkan lintas sektor, mulai dari BNPB, TNI-Polri, BUMN, hingga kementerian terkait. Maruarar menekankan, keberhasilan hunian tetap bukan soal angka, melainkan seberapa cepat warga bisa kembali hidup layak dan produktif.
Pewarta: HM.


































































