Mensesneg Pratikno, Sudah Layaknya Di Copot

- Jurnalis

Jumat, 13 November 2020 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com , Jakarta.

Masalah demi masalah bertubi2 menghantam Presiden Joko Widodo sepanjang tahun 2020. Dimulai dari jatuhnya korban pertama Covid-19 yang kemudian berkembang menjadi Pandemi di sepanjang tahun 2020.

PSBB yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional, diperparah munculnya resesi internasional di beberapa wilayah yang berdampak pada ekspor impor Indonesia. Belum lagi gelombang demo yang disebabkan penolakan kepada RUU Cipta Kerja yang dipompa terus menerus oleh kelompok tertentu yang walau pun sudah disahkan menjadi UU oleh DPR RI, tetap saja didemo agar tidak ditandatangani oleh Jokowi.

Apalagi ketika Presiden tetap menandatangani sehingga UU Cipta Kerja sah berlaku, demo tetap didorong dilakukan dengan perubahan tujuan akhir,menggulingkan Jokowi!

Disinilah kemunculan masalah ikutan dari UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Krissahat Simanungkalit yang juga dikenal sebagai Sekjen Pengawal Indonesia Kerja (PIKA) yang sejak awal pencapresannya menjadi salah satu organ yang paling militan mendukung Joko Widodo, memaparkan kondisionalitas Jokowi saat ini sedang dalam pusaran rongrongan pihak-pihak yang menginginkan kejatuhannya.

” Pasal demi pasal yang merugikan pihak-pihak tertentu pada UU Ciptaker sudah membuat golongan hitam ini geram kepada Jokowi. Bayangkan, pungli-pungli baik di pemda maupun lapangan akan putus, aturan-aturan setempat yang bikin njlimet pengurusan ijin, akan hilang.

Baca Juga :  Polda Banten Lakukan Evaluasi Gangguan Kamtibmas

Belum lagi jago-jago penyanyi di kalangan buruh yang mungkin menerima setoran dari jutaan buruh setiap bulan jadi kolaps hilang pendaringannya karena Ciptaker.

Ini belum bicara pihak negara luar yang punya kepentingan tertentu dengan sumber daya alam kita, yang terganggu.Ini semua harus dihadapi Jokowi setiap hari. Sampai hari ini,” Ujar Krissahat dengan menggebu gebu.

Apalagi masalah Mensesneg, tokoh milenial intelek ini selanjutnya mengatakan,”Bagaimana mungkin seorang profesor yang harusnya terbiasa dengan redaksi yang tertata kok bisa blunder terlewatkan hal dobel ketik, kemana semua stafnya yang berlapis-lapis? Apa beliau ngga punya aspri yang hebat dalam drafting atau bagaimana?,” Tegasnya.


Sekjen DPP Pengawal Indonesia Kerja yang kerap memberikan masukan dan juga kritisi kepada pemerintahan ini menganggap peluang lawan politik Jokowi semakin membesar dengan kesalahan mendasar dalam UU Ciptaker ini. Menurut dia sudah waktunya Jokowi mengganti Mensesneg dengan figur yang fresh dan lebih mumpuni.

“Mensesneg harus diganti, ini pendapat saya. Jaman orde baru tidak boleh ada kesalahan di lingkungan sesneg, apalagi itu hal yang mendasar. Apa pun latar belakang Pratikno sebagai Mensesneg, mustinya itu jangan sampai menghambat kinerja presiden yang sedang pasang badan dalam pembangunan saat ini. Gempuran lawan politik kanan kiri muka belakang seharusnya bisa dibantu redam dengan menghilangkan peluang kesalahan di internal Sesneg. Kepentingan nasional yang dibawa Jokowi jauh lebih penting dari kepentingan Pratikno. Ini hal mendasar yang harus diperhatikan oleh Jokowi,” Papar Krissahat panjang lebar.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi Kodam IV/Diponegoro Sasar 437 Karyawan PT. Rimba Karya Pratama Karangawen

“Mensesneg seharusnya menjadi benteng terakhir administratif yang solid dan kokoh menyangkut birokrasi pemerintahan. Karena disini sebenarnya tempat semua rahasia negara, namanya juga sekretaris,harus secret dan sakral”, Jelasnya.

Menurut dia, Jokowi sebaiknya mencomot figur-figur intelek dan mumpuni yang selama ini sudah bekerja maksimal mendukung kinerja Jokowi. Figur yang jiwanya sudah terbukti Pancasilais dan loyal kepada Jokowi menurutnya sangat layak diambil sebagai pembantu presiden.
“Jadi hari ini saya mendorong Presiden untuk segera mencari figur yang lebih pas untuk menggantikan posisi Mensesneg. Posisi strategis itu harus diisi oleh figur dengan tingkat reliabilitas yang istimewa yang bisa menjamin Jokowi aman bebas bergerak membangun Indonesia tanpa ada kesalahan internalnya,” demikian pungkas Krissahat Simanungkalit dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta.

( Zonapers/ZP1 ).

Berita Terkait

Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC
Menlu Sugiono Dinilai Wajib Baca Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” Karya Teguh Santosa

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:52 WIB

Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Senin, 16 Maret 2026 - 16:39 WIB

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:39 WIB

Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Berita

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:39 WIB