OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Penembakan Rombongan Kapolda Papua Tengah di Nabire

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam laporan yang disampaikan oleh Komandan Batalion D Dulla, Aibon Kogoya, kepada Markas Pusat OPM Kodap VIII Intan Jaya, disebutkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan kendaraan aparat mengalami kerusakan dan empat orang dikabarkan luka tembak.

OPM juga mengaku melakukan penembakan terhadap sebuah kendaraan sipil di lokasi yang sama. Kelompok tersebut menilai bahwa para korban melanggar perintah mereka terkait prosedur keamanan di wilayah konflik.

“Kami sudah berulang kali mengimbau agar seluruh kendaraan yang melintas di jalan Trans Nabire membuka kaca mobil dan helm, terutama bagi orang asli Papua. Mereka yang tidak mematuhi dianggap agen intelijen pemerintah Indonesia,” demikian bunyi pernyataan dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Juru Bicara OPM Sebby Sambom.

Ancaman terhadap Aparat dan Pihak yang Bekerja Sama dengan Pemerintah

Baca Juga :  KB Negeri 30 Duri Kepa, Sambut Ramadhan 2025

Dalam pernyataannya, kelompok yang menamakan diri sebagai OPM (Organisasi Papua Merdeka) itu menegaskan bahwa serangan di Nabire merupakan bagian dari “perang kemerdekaan” untuk merebut kembali wilayah Papua dari kekuasaan Indonesia.

TPNPB juga mengeluarkan ancaman keras terhadap sejumlah pejabat daerah dan pihak yang disebut terlibat dalam investasi sumber daya alam, termasuk proyek Blok B Wabu di Intan Jaya. Mereka menyatakan siap melakukan tindakan bersenjata terhadap pihak yang dianggap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Selain itu, OPM menuding aparat militer dan kepolisian Indonesia melakukan kekerasan terhadap masyarakat Papua, serta menyerukan agar orang Papua yang bertugas sebagai aparat “segera meninggalkan institusi negara”.

Baca Juga :  KSTP Serang Warga Membabi Buta, Masyarakat Berlindung Di Pos Satgas 330 Tri Dharma

Pasukan Siaga dan Imbauan untuk Warga

Dalam siaran pers tersebut, kelompok bersenjata ini mengklaim memiliki lebih dari 1.300 personel yang tersebar di Nabire, Manokwari, dan Waropen. Mereka menyebut siap melancarkan serangan terhadap siapa pun yang dianggap mengancam perjuangan mereka.

OPM juga mengimbau warga Papua untuk mengikuti instruksi keamanan yang mereka tetapkan, seperti membuka kaca mobil dan melepas helm saat melintasi jalan Trans Nabire, guna menghindari salah sasaran.

Siaran pers ini ditandatangani oleh jajaran pimpinan pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, yaitu:

Goliat Tabuni, Mengaku Panglima Tinggi OPM

Melkisedek Awom, Mengaku sebagai Wakil Panglima OPM

Terianus Satto, Kepala Staf Umum

Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum

Pihak Kepolisian Daerah Papua Tengah sendiri hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait klaim yang disampaikan TPNPB tersebut.

# Dari berbagai Narasumber.

Redaksi.

Berita Terkait

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Di Hutanabolon
Gelombang Kekerasan di Wagete: Saat Warga Pendatang Hidup Dalam Bayang Ketakutan
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker Agar Lebih Mudah Diakses
Korem 023/KS Bersama Pemko Sibolga Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Massal.
Masa Depan Hak Cipta Lagu Di Indonesia
Marka, Pemandu Kita Berkendara
Ribuan Warga Padati Istana, Momen Hangat Open House Prabowo Subianto Di Hari Raya Idulfitri
Danrem 023/KS Hadiri Pelepasan Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H di Sibolga.

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:17 WIB

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Di Hutanabolon

Rabu, 1 April 2026 - 08:18 WIB

Gelombang Kekerasan di Wagete: Saat Warga Pendatang Hidup Dalam Bayang Ketakutan

Rabu, 1 April 2026 - 03:28 WIB

Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker Agar Lebih Mudah Diakses

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:04 WIB

Korem 023/KS Bersama Pemko Sibolga Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Massal.

Senin, 23 Maret 2026 - 19:56 WIB

Marka, Pemandu Kita Berkendara

Berita Terbaru