PAMERAN OTOMOTIF, BERTAMBAHNYA MEREK MOBIL DAN SINYAL EKONOMI “ROJALI”

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com,Jakarta.

oleh Herry Sinamarata, Forum Wartawan Kebangsaan ( FWK ).

“Kebanyakan merek mobil justru bikin bingung (konsumen—Red),”ujar seorang pengunjung pameran otomotif “Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (5/2/2026) lalu, membuka IIMS 2026. Agenda pameran tahunan, kali ini diikuti 35 merek mobil, 26 merek motor dan ratusan merek industri pendukung. IIMS kali ini akan berlangsung 10 hari, hingga 15 Februari 2026 mendatang.

Bertambahnya merek mobil, tak hanya bikin bingung konsumen (pecinta otomotif) memilih kendaraan idamannya, tapi juga membuat pusing para eksekutif di perusahaan bisnis otomotif.

“Sekarang jualan mobil susah, tak semudah dulu. Ketika pasar masih dikuasai brand-brand dari Jepang, cuan-nya masih besar. Sekarang kompetitornya banyak. Ada Korea. Ada China yang sangat ekspansif,”ujar seorang praktisi di industri otomotif nasional, belum lama ini.

Eksekutif di sejumlah perusahaan otomotif dikabarkan siap-siap angkat kaki, mengundurkan diri karena tak sanggup memenuhi target penjualan. Turunnya daya beli masyarakat dan sikap “wait and see”, selektif masyarakat menengah ke atas , dalam membelanjakan uangnya, turut menekan penjualan otomotif.

Ketatnya persaingan, melambatnya perekonomian nasional terkonfirmasi dari data penjualan mobil secara nasional yang dikeluarkan Gaikindo, belum lama ini.

Data dari Gaikindo menyebut, total penjualan mobil di Indonesia pada 2025 mencapai 803.687 unit secara wholesales (pabrik ke dealer) dan 833.692 unit secara ritel.

Angka ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan tahun 2024. Untuk penjualan ritel (dealer ke konsumen) tahun 2025, tercatat turun 6,3% dibandingkan dengan tahun 2024. Ini bukan angka yang kecil.

Tak heran, perusahaan otomotif nasional melakukan langkah konsolidasi dan efisiensi besar-besaran. Beberapa perusahaan yang memegang “brand” besar, tidak saja mengalami penurunan volume penjualan, tapi juga turun pangsa pasarnya dan keuntungan.

Menghadapi pukulan beruntun itu, tantangan berat, stok mobil yang menumpuk, baru-baru ini, ada salah satu prinsipal dari Jepang yang memanggil eksekutif-nya, kembali ke negaranya karena dinilai “gagal”. Ini sempat bikin heboh sekaligus menunjukkan konsolidasi bisnis serius.

Benar, dalam tahun 2025 lalu, penjualan mobil nasional masih dikuasai brand-brand dari Jepang (secara wholesale), seperti Toyota 250.431 unit; Daihatsu 130.677 unit dan Mitsubishi 71.781 unit. Tapi, perlu dicatat, tren penjualan mobil listrik mengalami peningkatan. Ini juga karena adanya insentif dari pemerintah.

Baca Juga :  Serangan Brutal OPM Di Yahukimo: Enam Guru Tewas, Sekolah Dibakar, Warga Di Siksa, Sadis!!

Tahun 2026, produsen mobil listrik asal China akan melanjutkan ekspansinya ke pasar global, termasuk pasar di Asia Tenggara dan Indonesia. Alarm berbunyi makin kencang. Ini peringatan bagi pemain-pemain lama.

Sejumlah produsen mobil listrik buatan China— yang menguasai pasar mobil listrik global—tampil percaya diri, dengan booth ukuran besar dan produk-produk baru dengan narasi futuristik, teknologi canggih di IIMS 2026. Mobil-mobil listrik ini dijual dengan rentang harga sekitar Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar per unit. Apakah mobil-mobil listrik, dengan brand China ini, bisa mengubah peta pasar mobil nasional?

Sinyal Ekonomi Rojali

Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi 2025 secara tahunan mencapai 5,11%. Pertumbuhan ini lumayan. Pemerintah kemudian “mengarahkan” dunia usaha, perbankan, pasar modal ke angka pertumbuhan 6 persen pada 2026.

Salah satu tantangannya adalah daya beli masyarakat. Oleh karena itu, perbankan sudah wanti-wanti, minta masyarakat kelas menengah ke atas, untuk membelanjakan uangnya. Jangan cuma menyimpan uang “di bawah bantal”. Belanjakan untuk membeli barang-barang non-esensial, seperti mobil.

Sejumlah bank papan atas sudah menyiapkan strategi mendorong daya beli masyarakat, dengan target penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) lebih banyak.

Fenomena “window shopping” dan sinyal ekonomi rombongan jarang beli (Rojali) banyak disebut sejumlah ekonom untuk menggambarkan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja pada tahun 2025.

Seorang bankir mengatakan, jika masyarakat kelas menengah ke atas tidak membelanjakan uangnya. Atau setidaknya masih terlalu selektif dalam mengeluarkan uangnya, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tidak akan bergerak dari kisaran 5 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (5/2) di Jakarta, menyatakan optimistis di tengah tantangan daya beli, pembiayaan dan dinamika rantai pasok global, akan terjadi pemulihan pasar domestik.

Tahun 2026, penjualan mobil nasional diproyeksikan akan berada di kisaran 850.000 unit atau naik sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025. “Dan, IIMS 2026 diharapkan menjadi katalis penting mempercepat pemulihan….,”ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga :  Kasus Warga Minahasa Bisa Mengacu Buku Exit Strategy Polemik Migran Indonesia Karya Ronny Sompie

IIMS 2016 akan ditutup 15 Februari 2026, beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan. Ini momen penting. Kenapa? (1) Meski bukan satu-satunya alasan, tapi cukup banyak konsumen yang biasanya membeli mobil dengan alasan untuk mudik lebaran. (2) Faktor emosional, mudik bersama keluarga dengan mobil sendiri, selain nyaman juga dapat mengangkat gengsi.

Tak heran cukup banyak booth, yang menawarkan mobil-mobil, mulai dari yang “compact”, berukuran kecil. Atau mobil keluarga ukuran sedang, seperti mobil MPV (multi purpose vehicle) hingga mobil MPV besar dan mewah yang harganya di atas satu miliar rupiah/unit.

Di IIMS 2026, cukup banyak merek yang menawarkan produk baru, dengan teknologi terkini, fitur lebih lengkap, guna memberikan pengalaman berkendara “tak terlupakan”. Hampir semua booth menawarkan dengan iming-iming diskon harga besar. Ini tidak hanya dilakukan oleh merek-merek mobil listrik asal China, seperti BYD, Wuling dan Chery, tapi juga pemain-pemain lama, seperti Toyota dan Mitsubishi yang sudah sekitar 50 tahun berada di Indonesia.

Jangan lupa, tahun 2026 pasar mobil di Indonesia juga diramaikan mobil asal Eropa, dengan harga kompetitif. Produsen mobil Perancis, lewat APM-nya di sini, membawa Citroen C3 dengan harga di kisaran Rp 200 juta/unit. Ini dimungkinkan setelah pemerintah Indonesia-Uni Eropa meneken kesepakatan IEU-CEPA di Bali, tahun lalu.

Kalau sebelumnya, mobil-mobil asal Amerika yang diimpor CBU dikenai bea masuk sebesar 50 persen, maka dengan adanya kesepakatan dagang RI-AS tahun 2025, nantinya mobil-mobil merek Ford, Jeep Wrangler, Rubicon kemungkinan akan bebas bea masuk sehingga harganya terdiskon hingga 50 persen.

Potensi pasar otomotif di Indonesia tak perlu diragukan— Akan terus berkembang. Tapi, kalau terlalu banyak merek yang bertarung di pasar, ya repot juga. Kondisi ini jelas tidak ekonomis untuk pengembangan industri otomotif nasional, apalagi Presiden Prabowo juga menginginkan adanya mobil nasional buatan Indonesia.

Di sini sekali peran strategis pemerintah sebagai regulator sangat penting, menentukan arah ke depan. Isunya tetap harus ada aturan main yang jelas, transparan dan konsisten dalam penegakan hukum.

Herry Sinamarata ( FWK ).

Redaksi.

Berita Terkait

Whip Pink, Industri, Dan Tanggung Jawab Negara: Kolaborasi Sistemik BNN–Polri–BPOM–Kemenkes Jadi Kunci
Tambang Legal: Sah Secara Administratif, Bermasalah Secara Substantif
Guru Dan Siswa Panik, OPM Serang Sekolah Di YAHUKIMO
FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah Dan Desak Revisi UU Pers
BRI Pasar Minggu Ingatkan Orang Tua: Aktivasi Rekening PIP Adalah Penentu Cairnya Bantuan Pendidikan Siswa
Struktur Polri Bukan Pidato Politik
Polri di Bawah Presiden: Menjaga Desain Negara, Bukan Memperluas Kekuasaan
Tanpa Senjata, Tanpa Darah: Rp9,1 Triliun Uang Rakyat Dirampok Scam- Negara Harus Hadir dan Ikut Mencari Solusi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:23 WIB

PAMERAN OTOMOTIF, BERTAMBAHNYA MEREK MOBIL DAN SINYAL EKONOMI “ROJALI”

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:11 WIB

Whip Pink, Industri, Dan Tanggung Jawab Negara: Kolaborasi Sistemik BNN–Polri–BPOM–Kemenkes Jadi Kunci

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:43 WIB

Tambang Legal: Sah Secara Administratif, Bermasalah Secara Substantif

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:22 WIB

Guru Dan Siswa Panik, OPM Serang Sekolah Di YAHUKIMO

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:36 WIB

FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah Dan Desak Revisi UU Pers

Berita Terbaru

Berita

Guru Dan Siswa Panik, OPM Serang Sekolah Di YAHUKIMO

Rabu, 4 Feb 2026 - 07:22 WIB