Seharian Naik TransJakarta: Padat, Panas, Dan Jauh dari Kata Nyaman

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


zonapers.com | Jakarta.
Oleh: Bang Gorilla (Pemimpin Redaksi).

TransJakarta kerap digadang-gadang sebagai simbol keberhasilan transportasi publik Ibu Kota. Namun, realita di lapangan berkata lain. Tim Redaksi zonapers.com membuktikannya melalui uji coba langsung menggunakan Bus TransJakarta seharian penuh, Selasa (23/12/25).

Perjalanan dimulai dari Halte Puri Beta, Ciledug, menuju CSW Blok M. Sejak kaki menginjakkan di halte, persoalan klasik langsung terasa: penumpang membludak, antrean tak manusiawi, dan bus datang dalam kondisi sudah penuh. Alhasil, perjalanan harus ditempuh dengan berdiri berdesakan, bukan sekali, tapi nyaris di semua rute.
Dari CSW ke Kota Tua, lanjut ke Grogol, menuju Pinang Ranti, hingga mencoba rute Kampung Rambutan dan Pulogadung, situasinya nyaris tanpa jeda: sesak, panas, dan melelahkan. Kursi menjadi kemewahan, sementara kenyamanan hanya jargon di atas kertas.

Baca Juga :  15 Unit Rumah Di Cimanggung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung


Ironisnya, di tengah kampanye “beralih ke transportasi publik”, fasilitas dasar justru terabaikan. Pendingin udara banyak yang tak maksimal, halte terasa sumpek dan tidak ramah, dan akses tangga yang panjang serta curam membuat penumpang kelelahan bahkan sebelum perjalanan dimulai. Bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, kondisi ini jelas tidak berpihak.
Pertanyaan kritis pun tak bisa dihindari:
ke mana sebenarnya aliran anggaran besar Pemprov DKI Jakarta untuk TransJakarta?
Apakah sekadar habis untuk operasional, sementara kenyamanan dan keselamatan penumpang dikesampingkan?

Jika TransJakarta benar-benar menjadi tulang punggung mobilitas warga, maka kondisi padat berlebih ini adalah alarm kegagalan pengelolaan. Penumpang bukan ternak yang bisa dipaksa berdiri berdesakan setiap hari. Transportasi publik seharusnya memuliakan manusia, bukan sekadar mengangkut massa.
Uji coba ini berujung pada satu kesimpulan tegas: TransJakarta belum layak disebut transportasi publik yang nyaman. Dengan anggaran besar, ekspektasi publik tinggi, namun realitasnya masih menyisakan kekecewaan struktural.
Jika Pemprov DKI terus menutup mata, jangan heran bila publik kembali ke kendaraan pribadi. Bukan karena enggan naik transportasi umum, tetapi karena dipaksa lelah oleh sistem yang setengah hati.
TransJakarta butuh evaluasi total—bukan pencitraan, bukan seremonial.

Baca Juga :  Kapolres Dan Bhayangkari Berikan Tali Asih Bagi Personil Di Pos Pengamanan Ops Lilin Lodaya 2022


Redaksi zonapers.com

Berita Terkait

Danrem 023/KS Serahkan Kunci Rumah Dinas Bantuan Kasad Untuk Prajurit
Dedi Dan Polda Jabar Jemput 12 Korban TPPO di Sikka.
Polda Jabar Dan KDM Jemput Pekerja Hiburan Di Sikka.
Jasaraharja Putera Hadirkan Booth Literasi Keuangan Dan Solusi JRP Di Universitas Jember
Zonapers Kembali Tebar Kebaikan Lewat Ramadhan Berbagi 2026
Kemenag RI Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 H Sore Ini
SMPN 120 Kelas IX Jakarta Tampilkan Semangat Toleransi Dalam Perayaan Imlek Di Pura Candra Prabha
Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:43 WIB

Danrem 023/KS Serahkan Kunci Rumah Dinas Bantuan Kasad Untuk Prajurit

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:23 WIB

Dedi Dan Polda Jabar Jemput 12 Korban TPPO di Sikka.

Senin, 23 Februari 2026 - 12:48 WIB

Polda Jabar Dan KDM Jemput Pekerja Hiburan Di Sikka.

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:50 WIB

Jasaraharja Putera Hadirkan Booth Literasi Keuangan Dan Solusi JRP Di Universitas Jember

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:44 WIB

Zonapers Kembali Tebar Kebaikan Lewat Ramadhan Berbagi 2026

Berita Terbaru

Berita

Dedi Dan Polda Jabar Jemput 12 Korban TPPO di Sikka.

Selasa, 24 Feb 2026 - 08:23 WIB

Berita

Polda Jabar Dan KDM Jemput Pekerja Hiburan Di Sikka.

Senin, 23 Feb 2026 - 12:48 WIB