zonapers.com,Tapteng.
Dampak banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan bangunan SMK Negeri I Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah tertimbun lumpur dan kayu gelondongan yang di bawa banjir bandang, sehingga bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Dari pantauan Wartawan Media Zonapers dilapangan jumat 19/12/25 ,kondisi menuju ke sekolah sangat sulit, Karena banyak kayu gelondongan dan lumpur sedalam paha orang dewasa, di tambah lagi jalan ke sekolah tersebut timbul sungai baru.

Di dalam ruang kelas terlihat lumpur yang sangat tebal dan begitu juga di halaman sekolah banyak terlihat kayu bulat dan sampah kayu, hingga pintu gerbang sekolah di tutupi kayu gelondongan.
Seluruh bangunan sekolah tersebut di kelilingi kayu gelondongan dan sampah kayu yang di bawa banjir bandang ,yang diduga banyaknya penebangan kayu di pegunungan daerah aliran sungai.
Kasie SMK cabang Dinas pendidikan provinsi Sumatera Utara wilayah 10, Hisar Silaban mengatakan ada 3 sekolah SMK Negeri yang terdampak banjir bandang yakni SMK Negeri I Badiri, SMK Negeri I Lumut dan SMK Negeri I Tapian Nauli.

Memang kata Hisar Silaban, sekolah yang terparah tingkat kerusakan adalah SMK Negeri I Badiri yang di terjang banjir bandang, semua ruang kelas sudah terendam lumpur setinggi paha orang dewasa, dan kayu gelondongan sampai saat ini masih bertumpuk di depan pintu gerbang masuk sekolah dan juga di lapangan sekolah masih berserakan kayu gelondongan dan sampah kayu yang di bawa banjir bandang.
“Sampai saat sekarang ini, belum ada lagi dilakukan pembersihan lokasi, kita lagi menunggu alat seperti Beko dan Louder yang masih di pakai di SMK Maduma”. Sementara ini, peralatan milik PUPR provinsi masih di pakai lagi di desa Garoga Kabupaten Tapanuli Selatan, kata Hisar Silaban.
Khusus untuk peralatan sekolah 100 persen sudah rusak seperti ruang komputer, meja, papan tulis semua sudah hancur dan sebagian hanyut di bawa banjir bandang, Ucapnya Hisar Silaban.
Bukan disitu saja terang Hisar Silaban, dinding gedung sekolah sudah Jebol dan tiang bangunan sekolah juga sudah patah di terjang kayu gelondongan, yang di akibatkan derasnya banjir bandang menghantam sekolah.
Untuk sementara waktu kita tetap melaksanakan proses belajar dengan sistem Daring kepada siswa. Nanti akan kita buat posko belajar dengan memakai tenda setelah dilakukan pembersihan lokasi sekolah, ketus Hisar Silaban.
Harapan Hisar Silaban, diutamakan dulu pembersihan akses jalan menuju sekolah sepanjang 200 meter lebih, karena menuju akses ke sekolah di penuhi kayu gelondongan. Anehnya menuju ke sekolah tersebut sudah ada timbul lagi sungai baru, yang di karenakan sungai Lopian di penuhi kayu gelondongan dan di tutup lumpur.
Mahmudin Waruwu, salah seorang pemilik kantin di SMK Negeri I Badiri, mengatakan inilah baru pernah terjadi banjir bandang, yang membawa lumpur dan sampah kayu gelondongan, seumur hidup, baru pernah terjadi banjir sampai memporak porandakan rumah penduduk dan korban jiwa.
“Rumah hancur semua, dan kantin tempat berjualan juga hancur di tendang gelondongan kayu, akibat derasnya banjir bandang yang airnya berlumpur, tidak ada yang dapat di selamatkan” kata Mahmudin Waruwu.
Mahmudin juga lagi menceritakan, lahan kebun pisang yang sudah di tanam di sekitar sekolah sebanyak 1000 pohon hancur dan juga bibit sawit sebanyak 15 ribu habis semua, di hantam banjir bandang yang membawa lumpur dan kayu.
Kepada pemerintah Mahmudin juga berharap supaya secepatnya di lakukan pembersihan menuju sekolah dan menormalisasi sungai Lopian yang sudah tertutup kayu gelondongan dan lumpur, kalau terus dibiarkan akan timbul sungai baru menuju sekolah tersebut.
Pewarta :Syabil.


































































