3 Perwira Dinonaktifkan Terkait Kasus Brigadir J, INSPIRA Nilai Kapolri Profesional dan Transparan

- Jurnalis

Kamis, 21 Juli 2022 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONAPERS.com, Jakarta – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) mengapresiasi langkah strategis Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam upaya pengungkapan kasus polisi tembak polisi yang diduga terjadi di Asrama Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Rizqi Fathul Hakim, Ketua Umum PB INSPIRA mengatakan, “Dengan pembentukan Tim Khusus yang melibatkan pihak eksternal yaitu Kompolnas dan Komnas HAM, kami menilai langkah yang dilakukan Kapolri sangat tepat, apalagi kasus ini menyeret nama Jenderal Bintang Dua, tentu harus ditangani oleh pangkat dan jabatan yang lebih tinggi diatasnya dan melibatkan pihak eksternal, guna menjaga independensi pengungkapan kasusnya serta menciptakan hasil yang objektif dan transparan,” ungkapnya.

Lanjut Rizqi, “Langkah tegas Kapolri menon-aktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto juga patut kami acungkan jempol, langkah tersebut menandakan bahwa Polri betul-betul membongkar kasus ini secara transparan, profesional, objektif dan independen. Hal ini sejalan dengan semangat PRESISI yang diusung Polri sejak dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” tandasnya.

Baca Juga :  Dewan Pers Mangkir,Sidang Perdana Gugatan PWI Pusat Terhadap Dewan Pers Ditunda

Baca juga : Kapolri Gandeng Kompolnas Dan Komnas HAM Usut Tewasnya Brigadir J

Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Istimewa

Sebelumnya, pada tanggal 8 Juli 2022 berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan pada 11 Juli 2022 telah terjadi peristiwa polisi tembak polisi, antara Brigadir J alias Nopryansah Yoshua Hutabarat yang diperbantukan bertugas sebagai Supir Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, dengan Bharada E yang diperbantukan bertugas sebagai Asisten Pengawal Pribadi Irjen Ferdy Sambo. Peristiwa tersebut menewaskan Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk mengusut kasus polisi tembak polisi tersebut yang diduga terjadi di Asrama Polri Duren Tiga Jakarta Selatan. Tim ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Tim khusus ini terdiri dari Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri, hingga As SDM Polri Irjen Wahyu Widada. Tim khusus ini juga melibatkan fungsi dari Provos dan Paminal.

Baca Juga :  Deolipa Yumara: Setelah Mengobrol, Bharada E Sampaikan Semua Beban Telah Terlepas

INSPIRA meyakini bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan mengungkap kasus ini secara adil, transparan, objektif, dan akuntabel serta tak pandang bulu, dengan metode saintific crime investigation hingga pengungkapan kasus ini mencapai titik terang-benderang dan dapat diselesaikan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan pelibatan pihak eksternal dalam tim khusus yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, hingga pencopotan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Jakarta Selatan. Ini menandakan Kapolri sangat serius dan tidak main-main.

“Kami yakin dan percaya Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu menjaga marwah institusi Polri ini dengan baik dan menyelesaikan persoalan ini dengan bijak. Kekuatan moral, keberanian, ketegasan, leadership dan sikap demokratis ada pada dirinya,” tutup Rizqi.

Source : INSPIRA

Berita Terkait

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC
Pemuda 19 Tahun Bobol Toko, Polisi Bergerak Cepat Di Sukalarang.
War On Drugs For Humanity: Menguatkan Penegakan Hukum Dengan Pendekatan Kemanusiaan
Whip Pink, Industri, Dan Tanggung Jawab Negara: Kolaborasi Sistemik BNN–Polri–BPOM–Kemenkes Jadi Kunci
Guru Dan Siswa Panik, OPM Serang Sekolah Di YAHUKIMO
Struktur Polri Bukan Pidato Politik
Polri di Bawah Presiden: Menjaga Desain Negara, Bukan Memperluas Kekuasaan

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:35 WIB

BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:04 WIB

Pemuda 19 Tahun Bobol Toko, Polisi Bergerak Cepat Di Sukalarang.

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:11 WIB

War On Drugs For Humanity: Menguatkan Penegakan Hukum Dengan Pendekatan Kemanusiaan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:11 WIB

Whip Pink, Industri, Dan Tanggung Jawab Negara: Kolaborasi Sistemik BNN–Polri–BPOM–Kemenkes Jadi Kunci

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:22 WIB

Guru Dan Siswa Panik, OPM Serang Sekolah Di YAHUKIMO

Berita Terbaru

Berita

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:39 WIB