G.Kerinci Jambi 3805 Mdpl Layaknya Negeri Kahyangan

- Jurnalis

Kamis, 11 November 2021 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com , Jambi.

Gunung Kerinci di Jambi, masuk ke katagori gunung ke empat tertinggi di indonesia, dengan Top Rating ketinggian 3805 Mdpl berarti hamparan awan telah ada dibawah kita.

Track pendakian yang aman versi kami adalah melalui posko Kayu Aro, Jambi. Dimana disana telah tersedia jalur track yang landai dan sering di lewati oleh para penggiat pendakian gunung.

Setelah melewati perkebunan teh dari jalur utama, barulah terlihat Posko Pendakian menuju ke Puncak Gunung Kerinci, dan menurut pengalaman kami, didekat posko itulah terdapat sumur atau sumber air terakhir jika ingin mendaki, sebab selama perjalanan menuju puncak Kerinci, sama sekali tidak terlihat sumber air di shelter shelter pendakian.

Baca Juga :  Jumat Barokah Ditpamobvit Polda Banten Bagikan Sembako ke Rumah Warga

Tempat terakhir yang layak untuk kita beristirahat hanya pada plawangan atau hutan akhir dimana setelah itu, kita hanya menemukan jalanan berbatu dan berpasir menuju arah trianggulasi , dan sangat disarankan oleh kami anda tidur di Plawangan saja.

Straigh menuju puncak, kami berangkat pada pukul 04.00 subuh, dengan harapan bisa mendapatkan sunrise pada pagi hari.

Dalam perjalanan menuju puncak, kami sudah melihat berbagai keindahan alam yang sukar di dapat pada gunung gunung lainnya di pulau jawa, dimana hamparan awan sudah ada dibawah kami ketika sinar matahari mulai bergerak naik.

Baca Juga :  Apakah Setiap Jenasah Di Rumah Sakit Harus Di Nyatakan Meninggal Akibat Terpapar Covid - 19 ?

Bedanya dengan gunung di pulau jawa pun mulai terasa, di mana di atas ketinggian 3500 Mdpl, kadar oksigen mulai berkurang, semakin kita tinggi maka udara yang mengandung Oksigen pun mulai kurang kadarnya harap rekan semua bisa mengantisipasi lebih awal sehingga tidak kaget karena nafas kita mulai terengah engah walau tubuh kita terasa fit karena oksigen berkurang kadarnya.

Sesampainya di tiang Trianggulasi, barulah kita bisa melihat nuansa alam.yang eksotik, layaknya Negeri Kahyangan dimana kita sudah berada di atas awan, indah yang membuat kita terpana dengan keadaan.

( Dadang Gorilla ).

Berita Terkait

Marka, Pemandu Kita Berkendara
PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026
Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 19:56 WIB

Marka, Pemandu Kita Berkendara

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:22 WIB

PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:52 WIB

Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Berita Terbaru