PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama / PBNU) angkat suara tegas terkait isu penyatuan tanggal Idul Fitri 1447 H. Melalui Lembaga Falakiyah PBNU, PBNU mengingatkan agar penetapan 1 Syawal tidak dipaksakan demi simbol “Lebaran serentak.” , Kamis, (19/3/26).


Menurut PBNU, data astronomi (hisab) menunjukkan bahwa posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026, belum memenuhi kriteria yang telah disepakati secara regional oleh MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura).
Di titik tertinggi Indonesia, Sabang, posisi hilal hanya mencapai 2 derajat 53 menit dengan elongasi 6 derajat 09 menit—masih di bawah ambang batas minimal (3° dan 6,4°). Sementara di Jakarta, tinggi hilal bahkan hanya 1 derajat 43 menit.


“Memaksakan Lebaran 20 Maret itu berantakan secara logika dan syariat,” tegas salah satu pimpinan LF PBNU.
Waspada “Manuver” dan Manipulasi
PBNU juga mengungkap kekhawatiran adanya upaya “mengakali” kriteria teknis demi menyatukan tanggal Lebaran. Salah satu isu yang disorot adalah kemungkinan penurunan standar elongasi menjadi 6 derajat agar hilal dianggap memenuhi syarat.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya pengiriman tim rukyah ke lokasi tertentu dengan “harapan” hasil pengamatan bisa menyatakan hilal terlihat, meski bertentangan dengan data ilmiah.

Baca Juga :  Anggota Biasa Yang Resmi , Terdata Rapih Dalam Situs Resmi Milik PWI, Bagaimana Dengan Anda ?


PBNU menegaskan, praktik semacam ini berisiko merusak integritas penentuan kalender hijriah dan menurunkan kepercayaan publik.
Sikap Tegas: Istikmal Lebih Aman
Dalam kaidah fikih, jika hilal belum memenuhi kriteria terlihat (imkanur rukyah), maka bulan Ramadhan harus digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Atas dasar itu, PBNU menyimpulkan:
Menolak kesaksian rukyah yang tidak sesuai data hisab
Meminta pemerintah tetap konsisten pada aturan resmi
Menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca Juga :  Zona Bakamla Tengah Tanam 10.000 Bibit Cabai untuk Dukung Ketahanan Pangan


Pesan untuk Pemerintah
PBNU mendesak Kementerian Agama agar tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian (ihtiyath) dan tidak tunduk pada tekanan untuk menyeragamkan tanggal hari raya jika harus melanggar ketentuan ilmiah dan hukum.
Kesimpulannya:
Bagi PBNU, akurasi dan integritas jauh lebih penting daripada sekadar keseragaman. Lebaran boleh berbeda, tapi dasar penetapannya harus tetap ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Wallahu a’lam bishawab.”

#Dari Berbagai Narasumber.

Redaksi.

Berita Terkait

Danrem 023/KS Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke 80.
Polda Jabar Bongkar Perdagangan Ilegal Benih Lobster di Pangandaran.
Alumni SMAN Ciawi Angkatan 1990, Siap Gelar Reuni Akbar pada Agustus 2026
Korem 023/KS Laksanakan Penanaman Pohon Serentak Di Seluruh Wilayah Kodim Jajaran.
PRIDE Training & Language Center Siap Cetak SDM Profesional Untuk Hadapi Persaingan Global
Danrem 023/KS Tinjau Pelaksanaan Bakti Kesehatan TNI AD di Pulau Nias.
Masyarakat Cireundeu Cimahi, Punya Wilayah Adat Tapi Belum Punya Tanah Ulayat .
Kepala Desa Hale Baluta Salurkan BLT Dana Desa Tahap I untuk Warga

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:33 WIB

Danrem 023/KS Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke 80.

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:16 WIB

Polda Jabar Bongkar Perdagangan Ilegal Benih Lobster di Pangandaran.

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:06 WIB

Alumni SMAN Ciawi Angkatan 1990, Siap Gelar Reuni Akbar pada Agustus 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 20:48 WIB

Korem 023/KS Laksanakan Penanaman Pohon Serentak Di Seluruh Wilayah Kodim Jajaran.

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:21 WIB

PRIDE Training & Language Center Siap Cetak SDM Profesional Untuk Hadapi Persaingan Global

Berita Terbaru

Berita

Danrem 023/KS Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke 80.

Rabu, 1 Jul 2026 - 12:33 WIB