Torang Matuari Siapkan Wadah Hukum Guna Beri Masukan Ke Pemerintah Pusat Dan Daerah

- Jurnalis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torang Matuari, sebuah organisasi yang bertujuan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, tengah mempersiapkan pendirian badan hukum melalui pengajuan permohonan kepada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Menkumham). Badan hukum yang sedang diajukan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang sah untuk memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah pusat dan daerah.

Pertemuan penting yang membahas perkembangan tersebut berlangsung di Jakarta pada 28 Maret 2025, dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka dari berbagai sektor. Beberapa nama yang hadir antara lain Philip Pantouw, Ali Hardi Kyai Demak, Willy Rawung beserta istri, Sonny W., Riel M., Dolfie R., dan Harris Vandersloot. Hadir pula tokoh akademis dan profesional seperti Assoc. Prof. Donald Pokatong, MSc., PhD., serta Laksdya TNI Purn Dr. Desi A. Mamahit, MSc. Selain itu, ada pula tokoh-tokoh dari dunia hukum dan pemerintahan seperti Denny T., Dr. Melan Rumintjap, Dr. Fabian Paskoal, SH., MH., Freddy R., Dr. Rio Sumual, dan Ir. Teddy Matheos.

Tak kalah pentingnya, sejumlah tokoh militer dan polisi juga turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Mayjen TNI Purn Ivan Pelealu dan Irjen Pol Purn Dr. Ronny F. Sompie. Roy Pantouw juga tercatat hadir dalam pertemuan yang membahas perkembangan penting ini.

Selain itu, pembentukan organisasi Torang Matuari telah disepakati bersama di bawah kepemimpinan Ketua Umum Assoc. Prof. Ir. W. Donald R. Pokatong, M.Sc., Ph.D, Sekretaris Umum Sonny Wuisan, SH., MH, Bendahara Umum Pdt Treisye Liow Mambo, STh, dan Ketua Dewan Pembina Philip Pantouw, serta Ketua Dewan Pengawas Alihardi Kyai Demak. Keputusan ini menegaskan komitmen kuat para pengurus untuk mewujudkan tujuan organisasi, yang tidak hanya memberikan masukan kepada pemerintah, tetapi juga memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.

Baca Juga :  Jasaraharja Putera Sabet Dua Penghargaan di TOP Human Capital Awards 2025

Organisasi ini juga akan segera dilengkapi dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), sebagai bagian dari proses legalisasi badan hukum. Pengajuan permohonan Surat Keputusan (SK) sebagai badan hukum (perkumpulan) sudah disiapkan dan saat ini menunggu persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU).

Dengan pengesahan tersebut, Torang Matuari akan memiliki status hukum yang sah, yang akan memperkuat kapasitas organisasi dalam melaksanakan program-programnya.

Tujuan dan Harapan Torang Matuari

Torang Matuari mengungkapkan bahwa tujuan utama pembentukan badan hukum ini adalah untuk menyampaikan masukan-masukan kepada pemerintah Indonesia, baik di tingkat pusat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maupun pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Dengan badan hukum yang sah, Torang Matuari berharap dapat lebih efektif dalam memberikan kontribusi kepada kebijakan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Torang Matuari juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, dengan tujuan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Organisasi ini berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, serta memastikan bahwa aspirasi rakyat dapat didengar dalam setiap pengambilan keputusan.

Saat ini, Torang Matuari tengah menunggu proses pengesahan nama badan hukum yang sedang diajukan kepada Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU).

Dengan mendapatkan status hukum yang sah, organisasi ini akan memiliki kapasitas untuk bergerak lebih jauh dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama di daerah Sulawesi Utara.

Torang Matuari berharap dapat terus berperan aktif dalam pembangunan nasional dan daerah, serta memberikan masukan yang bermanfaat untuk kemajuan Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga :  PAS Bersama Majelis Nurul Musthofa Gelar Sholawat, Ribuan Jama,ah Banjirin Stadion mini Sudimara Barat Ciledug

Sorotan Materi Torang Matuari

Materi yang menjadi sorotan utama dari Torang Matuari menurut Ketua Umum Assoc. Prof. Ir. W. Donald Pokatong, MSc., PhD., meliputi sejumlah isu strategis yang dianggap krusial bagi pembangunan bangsa dan daerah. Beberapa materi yang menjadi fokus perhatian organisasi ini antara lain:

  1. Perlindungan PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)– Torang Matuari menyuarakan pentingnya perlindungan yang lebih baik bagi PMI, terutama dalam upaya pencegahan perdagangan orang.
  2. Pelurusan Sejarah Permesta– Torang Matuari berkomitmen untuk meluruskan sejarah Permesta, dengan memandangnya bukan sebagai pemberontakan, namun sebagai gerakan untuk memperjuangkan keadilan. Proyek-proyek yang akan dilaksanakan mencakup pembuatan film tentang Permesta, simposium, forum diskusi kelompok, dan podcast.
  3. Ketahanan Pangan & Swasembada Pangan – Torang Matuari mendukung penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan sebagai langkah strategis untuk mencapai kedaulatan pangan di Indonesia.
  4. Kerjasama Trilateral Provinsi Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo (SUMAGO) & Energi Terbarukan – Organisasi ini juga mendorong kerjasama antarprovinsi dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan, terutama di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo.
  5. Pemajuan Kebudayaan Minahasa – Torang Matuari berupaya untuk memperkenalkan dan memajukan kebudayaan Minahasa, yang dianggap sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
  6. Isu-Isu Strategis Lainnya – Torang Matuari turut menyoroti isu-isu hukum dan kebijakan strategis, seperti RUU TNI, RUU POLRI, KUHAP, serta isu lingkungan hidup, termasuk perlindungan danau Tondano.

Dengan memperjuangkan isu-isu ini, Torang Matuari berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada rakyat Indonesia, serta mendorong kemajuan di berbagai sektor kehidupan.

#Dari Narasumber HM.

Redaksi.

Berita Terkait

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing
Group Pecinta Alam GEMPPA Tasikmalaya Rayakan Hari Jadinya Ke 37
Kanim Belawan Gelar Buka Puasa Bersama Dhuafa Dan Yatim Piatu

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Senin, 16 Maret 2026 - 16:39 WIB

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:39 WIB

Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:54 WIB

Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing

Berita Terbaru

Berita

Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:39 WIB