Semeru Menangis, Warga Mandi Lumpur Hingga Diterjang Hujan kerikil

- Jurnalis

Sabtu, 4 Desember 2021 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers.com, Lumajang.

Gunung Semeru erupsi diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Selain hujan abu dan hujan air di sekitarnya, juga terjadi hujan kerikil. Itu dirasakan warga yang berada di sekitar aliran lahar Semeru.

“Iya, tadi sempet hujan kerikil. Sakit semua badan dan kepala ini,” kata Heri, salah satu warga Desa Supit Urang saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021).

Dia mengaku peristiwa itu terjadi saat dirinya melihat penambang pasir di Curah Kobokan. Saat itu banyak penambang pasir berada di lokasi.

“Semua berteriak hujan kerikil,hujan kerikil, ayo berlindung, ayo pergi,” Kenangnya.

Warga yang berada di tengah lapangan itu tampak berlarian dan menaiki kendaraan yang ada di depannya. Di antaranya sepeda motor, pickup dan truk.

Baca Juga :  Wakapolda Banten Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Maung 2021

Selain hujan kerikil tubuh warga juga bermandikan lumpur. Tubuh mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki dipenuhi lumpur. Bahkan jalan-jalan di sekitar lokasi tampak tertutup lahar dingin. Begitu juga warga yang tidak sempat menyelamatkan diri tampak basah kuyup akibat diguyur hujan lumpur.

“Ya Alloh, Ya Alloh, ayo berlindung, selamatkan kami,” Teriak warga yang berlarian mencari tempat berlindung.

Dari pantauan kami,warga yang merasakan hujan kerikil dan mandi lumpur tampak membawa payung dam jas hujan melindungi tubuhnya. Sekujur tubuhnya tampak dipenuhi lumpur. Sedangkan warga yang sudah berada di tengah jalan, memilih berteduh dari hujan kerikil dan lumpur.

Baca Juga :  Rangkuman Berita Terkini : Penambahan PDP Covid-19, Penerbangan Di Buka Kembali, Dan Berita Akan Ada Aksi Demo

Informasi yang dihimpun, gumpalan awan pekat tampak turun dari Semeru itu karena tebalnya material vulkanik dan awan panas yang mengalir di Sungai Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Pos Pantau Gunung Sawur melaporkan adanya Awan Panas Guguran (APG) yang turun mengarah Curah Kobokan. Warga diimbau agar tidak mendekati area-area yang membahayakan dan berisiko.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan dampak Semeru erupsi ini membuat dua kecamatan di Lumajang kondisinya gelap gulita. Dia menambahkan kondisi erupsi saat ini lebih besar dibanding tahun 2020 lalu.

“Dibanding tahun 2020 lalu, erupsi tahun ini lebih besar,” Tutupnya.

Pewarta :Da

Berita Terkait

Marka, Pemandu Kita Berkendara
PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026
Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita
Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 19:56 WIB

Marka, Pemandu Kita Berkendara

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:22 WIB

PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:52 WIB

Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia

Senin, 16 Maret 2026 - 17:21 WIB

Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya

Berita Terbaru