Jenasah Berserakan Akibat Longsor Di TPU Cikutra Bandung

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2020 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com , Bandung.

Petugas UTP wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, bersama aparat kewilayahan, mendata ada 37 jenazah dari makam yang terdampak bencana longsor, di TPU Cikutra, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Camat Cibeunying Kaler, Suardi, saat ditemui dilokasi mengatakan, Ada 37 jenazah, dengan rincian yang tertimbun, yang tergerus dan terancam hanyut, katanya, Sabtu 2/5/20.

Lokasi TPU yang longsor

Suardi mengatakan, dari total 37, satu di antaranya yang sempat terbawa hanyut aliran sungai anak Cidurian. Serta beberapa jenazah tidak beridentitas. Pasalnya saat kejadian, papan namanya pun berserakan.

Baca Juga :  Kancah Pesta Demokrasi 2024 Akan Hadirkan Tokoh Kawanua Dan Adakan Seminar Politik Nasional

Lanjut Suardi, beberapa jenazah yang ditemukan, kondisinya ada yang tinggal kerangka tulang belulang, ada juga yang masih dapat keadaan utuh berdaging.

“Kita sudah makamkan kembali seluruhnya. Tadi juga ada dari beberapa keluarga yang datang,” kata dia.

insert kain kafan berserakan

Sementara itu, disinggung soal penyebab longsor, Suardi, mengatakan longsor disebabkan karena hujan deras dan juga memicu runtuhnya dinding kirmir, yang berada di kawasan makam sudah dalam keadaan rapuh sejak Jumat malam, (1/5/2020) katanya.

Baca Juga :  Awali Masa Tugas Sebagai Kabid Humas, AKBP Shinto Silitonga Kunjungi Kantor Radar Banten

Ditempat yang sama, Ketua RW 02 Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Entus mengatakan, Bantar sungai dengan tinggi sekitar 20 meter itu longsor bersama dengan sejumlah batu nisan yang ikut longsor terjadi di dua titik, di Blok E sama Blok F (TPU Cikutra),” katanya.

#Dari berbagai Nara Sumber.

( ZP2)

Berita Terkait

FWK Desak KAPOLRI Segera Kembalikan Rasa Aman Dan Kepercayaan Masyarakat
FWK Desak Presiden Prabowo, Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus Korupsi BGN
Marka, Pemandu Kita Berkendara
PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026
Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis yang Mulia
Media Mitrapol Sukses Gelar Bhakti Sosial di Wisata Batu Mahpar Tasikmalaya
Ramadhan Dan Kondisi Pers Kita

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:45 WIB

FWK Desak KAPOLRI Segera Kembalikan Rasa Aman Dan Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:03 WIB

FWK Desak Presiden Prabowo, Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus Korupsi BGN

Senin, 23 Maret 2026 - 19:56 WIB

Marka, Pemandu Kita Berkendara

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:22 WIB

PBNU Tolak “Lebaran Dipaksakan”: Hilal Belum Penuhi Syarat, Idul Fitri Diprediksi 21 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:52 WIB

Presiden Prabowo Kembali Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Istana Negara Jakarta

Berita Terbaru