zonapers.com, Tasikmalaya.
Pemberitaan Media SB Tasikmalaya edisi 1 September 2026 terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi bahan pada proyek revitalisasi SDN Cibungkul, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kota Tasikmalaya, mendapat klarifikasi dari pihak penanggung jawab kegiatan.
Untuk memastikan informasi tersebut, sejumlah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan SDN Cibungkul pada Rabu (2/9/2026) sekaligus meminta penjelasan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Muhammad Rizal Hakim, selaku penanggung jawab kegiatan revitalisasi sekaligus Kepala SDN Cibungkul, menjelaskan bahwa persoalan diameter cincin besi pada bagian pondasi bukan merupakan kesengajaan ataupun penyimpangan spesifikasi.
Menurutnya, material tersebut sempat dikirim oleh toko dalam ukuran yang tidak sesuai pesanan. Namun, setelah diketahui, material langsung dikembalikan dan diganti dengan ukuran yang sesuai.
“Kami berterima kasih pihak media SB telah mengkritisi tentang spesifikasi cincin besi pada besi pondasi bangunan yang sedang direvitalisasi. Sebenarnya hanya salah kirim dari pihak toko material dan sudah langsung ditukar,” ujar Muhammad Rizal Hakim kepada awak media.
Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh Ketua P2SP, Agus Warto, bersama tim pengawas proyek lainnya.

“Betul, dan sudah diganti oleh pihak toko material dengan diameter yang diinginkan,” kata Agus Warto.
Awak media kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap material besi yang telah terpasang di bagian pondasi. Dari hasil konfirmasi dan peninjauan tersebut, pihak media memperoleh penjelasan bahwa material yang sebelumnya dipersoalkan telah dilakukan penggantian.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak penanggung jawab kegiatan, Ketua P2SP, serta tim pengawas, pemberitaan mengenai ketidaksesuaian diameter besi tersebut diharapkan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan proyek revitalisasi SDN Cibungkul, pengawasan juga melibatkan berbagai unsur terkait. Pihak sekolah, masyarakat, serta unsur keamanan di wilayah setempat turut memberikan perhatian terhadap jalannya pembangunan.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemberitaan yang berimbang, dengan memberikan ruang kepada pihak terkait untuk menjelaskan persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan.
Pewarta: Wawan Ekew.



































































