zonapers.com, Ciamis.
Di balik kuatnya tradisi yang masih terjaga, Kampung Adat Kuta di Kabupaten Ciamis ternyata menghadapi berbagai persoalan mendasar. Mulai dari kesulitan air bersih dan irigasi, jalan kampung yang rusak, hingga belum memiliki tanah ulayat bersertifikat untuk dikelola bersama.
Fakta tersebut terungkap saat Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar, Anton Charliyan, melakukan kunjungan dan survei lapangan ke Kampung Adat Kuta, Kamis (18/6/26).

Kampung adat yang dihuni 97 kepala keluarga ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan produksi gula aren. Namun, minimnya pasokan air membuat aktivitas pertanian belum berkembang maksimal. Saat musim kemarau, warga bahkan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan rusaknya jalan kampung sepanjang 1,3 kilometer serta belum tersedianya fasilitas adat penting seperti Bale Ageung, leuit, surau, gerbang adat, dan tempat penyimpanan benda pusaka.

Sebagai kampung yang dikenal dengan julukan “Sarebu Pamali”, Kampung Adat Kuta tetap teguh menjaga warisan leluhur di tengah berbagai keterbatasan.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, pengairan, legalitas tanah ulayat, serta pelestarian budaya. Mereka juga menyampaikan harapan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dapat berkunjung langsung untuk melihat kondisi Kampung Adat Kuta yang selama ini belum pernah dikunjungi gubernur Jawa Barat.
Redaksi.































































