Zonapers.com, Sumedang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang mempercepat Digitalisasi Bantuan Sosial melalui Portal Perlinsos untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin Rapat Koordinasi Digitalisasi Perlinsos dan Kemiskinan di PPS Sumedang, Rabu, 29 Juli 2026.
Rapat tersebut mengonsolidasikan langkah percepatan pendataan sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Sumedang sebagai satu dari 43 daerah percontohan Digitalisasi Bantuan Sosial di Indonesia.
Karena itu, pemerintah menargetkan pendataan sekitar 458.000 kepala keluarga melalui Portal Perlinsos.
Hingga Rabu, 29 Juli 2026, sebanyak 11.217 kepala keluarga telah mendaftarkan data ke Portal Perlinsos.
Masyarakat dapat mendaftar secara mandiri melalui Portal Perlinsos atau memanfaatkan agen pendataan yang pemerintah sediakan.
Bupati Dony menegaskan digitalisasi bansos menjadi solusi untuk mengatasi persoalan bantuan yang sering meleset dari sasaran.
Menurutnya, bantuan yang salah sasaran memicu pemborosan anggaran, memperlebar kesenjangan sosial, serta mengurangi kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah memperkuat sistem pendataan agar bantuan benar-benar menjangkau warga yang memenuhi syarat.
Selain meningkatkan akurasi data, Bupati Dony mengajak masyarakat membangun kemandirian dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Selanjutnya, Bupati Dony menginstruksikan seluruh unsur pentahelix mempercepat pendataan melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah kemudian menambah agen Perlinsos dari unsur RT, RW, guru, operator madrasah, BKPRMI, forum pesantren, dan para penyuluh.
Selain itu, Bupati Dony meminta seluruh kegiatan pemerintahan menghadirkan layanan Perlinsos agar masyarakat semakin mudah mengakses pendataan.
Ia juga mengajak masyarakat segera mendaftarkan data melalui Portal Perlinsos untuk mengikuti proses verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial.
Pemerintah berharap percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial menghadirkan penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan.
Pewarta: UJS


































































