zonapers.com, Tasikmalaya.
Oleh:
-Kompol Dr (C) Sandy Budiman., SH., SIK., M.Si budayawan dan putra kelahiran
Tasikmalaya.
Malam tadi, Tasikmalaya tidak sekadar “ramai”. Kota ini hidup, bernapas, dan bersuara dalam satu irama bernama Tasik Berisik. Sebagai urang Tasik asli dan budayawan, saya menyaksikan sendiri bagaimana konser ini menjelma bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga penanda kematangan kultural masyarakat Tasikmalaya dalam menikmati hiburan modern tanpa kehilangan jati diri.

Panggung Tasik Berisik diisi deretan artis Ibukota lintas genre: Bernadya, Hivi, Raisa, hingga King Nassar. Empat nama, empat karakter musik, satu panggung—dan satu sambutan hangat dari puluhan ribu warga yang datang dengan tertib, penuh antusias, dan dewasa.
Dari pop reflektif, pop ceria, balada emosional, hingga dangdut energik, malam itu menjadi cermin keberagaman selera musik masyarakat Tasikmalaya. Ini bukti nyata bahwa kota santri dan kota budaya mampu berdiri sejajar dengan kota besar lain dalam menyelenggarakan hiburan publik yang berkualitas.
Namun keberhasilan Tasik Berisik tidak hanya diukur dari gemerlap panggung. Yang patut dicatat dan diapresiasi adalah keamanan dan ketertiban yang terjaga sejak awal hingga akhir acara. Sinergi solid antara Polres Tasikmalaya Kota, Kodim Tasikmalaya 0612, dan Lanud Wiradinata Tasikmalaya menjadi fondasi utama suksesnya konser ini.

Pengamanan dilakukan secara humanis, profesional, dan terukur. Tidak ada gesekan berarti, tidak ada euforia yang melampaui batas. Penonton menikmati konser dengan rasa aman, sementara aparat hadir bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai penjaga ruang publik yang sehat dan tertib.
Sebagai budayawan, saya melihat Tasik Berisik sebagai pesan kuat: Tasikmalaya telah sampai pada fase “Tasik Sadar Hiburan”. Sadar bahwa hiburan bukan musuh nilai, melainkan ruang ekspresi yang jika dikelola dengan baik justru memperkuat kohesi sosial, ekonomi kreatif, dan kebanggaan daerah.
Malam tadi, Tasikmalaya berbicara lantang—bukan dengan kebisingan tanpa arah, tetapi dengan harmoni. Harmoni antara seni, keamanan, dan kedewasaan publik. Jika ini dijaga konsistensinya, Tasikmalaya bukan hanya siap menjadi tuan rumah konser besar berikutnya, tetapi juga layak disebut sebagai kota yang matang secara budaya dan peradaban.
Tasik berisik? Ya.
Tapi berisik yang berkelas, aman, dan membanggakan.
SB-007.
Redaksi.


































































