zonapers.com, Jakarta
Di tengah derasnya arus informasi dan semakin tajamnya perdebatan di ruang publik, Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan pentingnya menjaga kesantunan berbahasa sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut mengemuka dalam Diskusi Reboan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) yang digelar di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane, forum yang dihadiri para wartawan senior, pemimpin redaksi, dan tokoh pers nasional itu menghasilkan satu benang merah yang sama, komunikasi publik harus menjadi perekat persatuan, bukan pemicu perpecahan.
Para peserta diskusi menilai perkembangan komunikasi di ruang publik, terutama di media sosial, semakin memprihatinkan.
Perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi bagian dari demokrasi kerap berubah menjadi saling menghina, mencaci, dan menyerang secara personal.
Menurut forum, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengembalikan budaya komunikasi yang berlandaskan etika, kesopanan, dan rasa saling menghormati.
“Kesantunan berbahasa harus tetap dijaga
Jangan sampai komunikasi publik jatuh ke situasi yang tidak beradab.
zaman barbar telah lama berlalu, sehingga etika harus tetap menjadi pegangan dalam menyampaikan pendapat,” menjadi salah satu kesimpulan utama dalam diskusi tersebut.
Pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun, yang juga mantan Wakil Ketua Dewan Pers, menilai situasi komunikasi nasional saat ini membutuhkan figur-figur yang mampu membangun dialog yang menenangkan.
Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang berpengalaman dalam komunikasi publik dan layak diberi ruang untuk membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif.
“Negeri ini tidak kekurangan orang hebat dalam mengelola komunikasi publik.
Libatkan mereka agar suasana menjadi lebih sejuk dan berbagai kesalahpahaman dapat diminimalkan,” ujar Hendry.
Dalam diskusi tersebut, Hendry juga mengemukakan pandangannya agar Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dapat berperan lebih dekat dalam lingkaran komunikasi Presiden guna memperkuat kualitas komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Gagasan itu mendapat dukungan dari peserta diskusi sebagai salah satu pandangan yang dinilai dapat memperkuat komunikasi publik pemerintah.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi VOI.ID, Iqbal Irsyad, menyoroti meningkatnya respons keras masyarakat terhadap berbagai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk perdebatan yang berkembang di media sosial. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun tetap perlu disampaikan dengan bahasa yang santun dan bertanggung jawab.
Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane menegaskan bahwa FWK akan terus menjalankan perannya sebagai mitra kritis yang memberikan masukan konstruktif bagi kepentingan bangsa.
“Kita di FWK berkewajiban menyampaikan kritik dan saran yang membangun.
Tujuan kita bukan memperkeruh keadaan, melainkan ikut mencari solusi demi kebaikan bangsa dan negara,” tegas Raja Pane.
Mantan wartawan Harian Kompas Mohammad Nasir juga mengingatkan bahwa komunikasi yang santun menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Senada dengan itu, Berman Nainggolan menilai pemerintah perlu semakin berhati-hati dalam menyampaikan kebijakan, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, menenangkan, dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan kebingungan maupun keresahan,” ujarnya.
Diskusi Reboan FWK diikuti sejumlah wartawan senior dan pemimpin redaksi, di antaranya Yesayas Octavianus, Budi Nugraha, Umy Syarifah, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, L. Radja, Rudy Sitompul, serta peserta lainnya.
Melalui forum tersebut, FWK berharap budaya komunikasi yang santun dapat kembali menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa.
Di tengah derasnya arus informasi digital, pilihan kata yang baik dinilai bukan sekadar etika, melainkan juga menjadi kunci untuk menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, dan membangun kepercayaan publik terhadap berbagai lembaga negara.
Pewarta : sana




































































