FWK Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Penurunan Merah Putih dan Perusakan Garuda Pancasila di Aceh

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Wartawan Kebangsaan (FWK) mengecam keras dugaan aksi penurunan Bendera Merah Putih, pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM), serta perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila yang terjadi di Banda Aceh usai doa bersama memperingati 21 tahun Perdamaian Aceh, Sabtu (15/8/2026).

FWK menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap simbol negara yang harus diproses secara hukum.

Koordinator Nasional FWK, Drs. Raja Parlindungan Pane, Minggu (16/8), mendesak Polda Aceh dan seluruh aparat penegak hukum segera mengusut peristiwa itu, mengidentifikasi para pelaku, serta mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan Pendopo Gubernur Aceh, ketika sejumlah orang diduga menurunkan Bendera Merah Putih, mengibarkan bendera GAM, kemudian menurunkan serta menginjak-injak Lambang Negara Garuda Pancasila.

Baca Juga :  Polsek Koja Aktif Tingkatkan Keamanan Lewat Cooling Sistem Satkamling

Aksi tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan karena dianggap mencederai kehormatan negara menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan menghina Bendera Merah Putih maupun Garuda Pancasila. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga tindakan yang melukai harga diri bangsa Indonesia,” tegas Raja Parlindungan Pane.

FWK menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi kepada pemerintah.

Namun, kebebasan tersebut tidak boleh diwujudkan dengan merendahkan simbol negara yang menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  SDN 078582 Hale Baluta Go Digital, Starlink dan Smart TV Tingkatkan Kualitas Belajar

Salah satu pendiri FWK, Hendry CH Bangun, mengatakan bahwa jika dugaan tersebut terbukti benar, para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sekretaris FWK, Budi Nugraha, menambahkan bahwa para pendiri bangsa telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Republik Indonesia. Karena itu, segala bentuk penghinaan terhadap lambang negara berpotensi menimbulkan perpecahan dan tidak boleh ditoleransi.

FWK juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuka ruang dialog yang konstruktif untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh tanpa mengorbankan persatuan nasional.

Di sisi lain, aparat diminta bertindak profesional, objektif, dan transparan dalam mengusut kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pewarta : Sana

Berita Terkait

Harla ke-62, PERADIN DKI Targetkan Advokat Profesional dan Berintegritas.
Ombak Besar Pantai Baluta Jadi Daya Tarik Wisata, Warga Minta Perhatian Pemerintah
HUT ke-11 Sudut Pandang, Menkop Ferry Juliantono hingga OC Kaligis Raih Award 2026.
Kapolri Kumpulkan 5.000 Generasi Muda di Sukabumi, Tekankan Pentingnya Kebersamaan
Diskusi FWK: Keseriusan Presiden Tangani Karhutla Tidak Bisa Ditunda, Segera Siapkan Anggaran
Klarifikasi Penanggung Jawab Revitalisasi SDN Cibungkul: Besi Pondasi Salah Kirim, Kini Sudah Diganti
BPN Ukur Objek SHM, Ahli Waris Harapkan Kepastian.
Pulau Simondo Dinilai Layak Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Unggulan di Nias Selatan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:59 WIB

Harla ke-62, PERADIN DKI Targetkan Advokat Profesional dan Berintegritas.

Sabtu, 5 September 2026 - 12:37 WIB

Ombak Besar Pantai Baluta Jadi Daya Tarik Wisata, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Jumat, 4 September 2026 - 19:32 WIB

HUT ke-11 Sudut Pandang, Menkop Ferry Juliantono hingga OC Kaligis Raih Award 2026.

Jumat, 4 September 2026 - 13:38 WIB

Kapolri Kumpulkan 5.000 Generasi Muda di Sukabumi, Tekankan Pentingnya Kebersamaan

Kamis, 3 September 2026 - 08:11 WIB

Diskusi FWK: Keseriusan Presiden Tangani Karhutla Tidak Bisa Ditunda, Segera Siapkan Anggaran

Berita Terbaru