Bakamla RI, BAIS, dan BPTN Ungkap Penyelundupan Barang Ilegal di Surabaya

- Jurnalis

Selasa, 14 Januari 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers – Surabaya, 14 Januari 2025

Bakamla RI bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN) berhasil menggagalkan penyelundupan besar-besaran berupa 463 ballpress pakaian bekas ilegal dan 896 roll produk tekstil sintetis (synthetic leather) di dua gudang di wilayah Kalimas dan Margomulyo, Surabaya, Selasa (14/1).

Operasi ini bermula dari laporan kapal patroli Bakamla RI di Kalimantan yang mendeteksi adanya aktivitas penyelundupan ballpress pakaian bekas ilegal pada Jumat (3/1). Informasi tentang keberangkatan 30 kontainer dari Kalimantan ke Surabaya tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan BPTN Kementerian Perdagangan.

Pelaku berinisial R, pemilik perusahaan logistik RT, diduga menjadi otak dari jaringan penyelundupan ini. Selama lima tahun terakhir, ia menyelundupkan barang dari Malaysia melalui perbatasan Kalimantan menggunakan kapal kargo ke Pelabuhan Kalimantan, kemudian mendistribusikannya ke Surabaya untuk transit sebelum disebar ke Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan wilayah lainnya.

Baca Juga :  Gema Kosgoro Kecam Keras Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Barang-barang tersebut disamarkan sebagai pakaian baru dengan harga per ballpress berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp12 juta, tergantung kategori. Namun, setelah diperiksa, pakaian tersebut adalah barang bekas yang diduga melanggar ketentuan impor.

Kegiatan ini melanggar Peraturan Menteri Perdagangan No. 23/M-Dag/Per/6/2009 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil. Penyelundupan barang bekas ilegal berpotensi merugikan penerimaan negara, mengganggu pasar lokal, dan memicu penutupan pabrik tekstil serta pemutusan hubungan kerja.

“Ballpress ilegal ini tidak hanya merugikan industri tekstil dalam negeri tetapi juga menjadi ancaman serius bagi pasar lokal, karena dampaknya yang luas terhadap ekonomi masyarakat, terutama UMKM,” ujar salah satu anggota Tim BAIS.

Baca Juga :  Sekjen PWI Pusat Terbaru 2024

Operasi ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemberantasan penyelundupan untuk mendukung kemandirian ekonomi. Selain itu, langkah ini mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan menjaga kedaulatan ekonomi dan industri dalam negeri.

Bakamla RI dan tim gabungan menyatakan akan terus mendalami jalur distribusi dan jaringan penyelundupan ini untuk menutup celah-celah hukum yang dimanfaatkan para pelaku. Operasi berkelanjutan ini menjadi bukti komitmen negara dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan nasional.

Sumber; Humas Bakamla RI

Berita Terkait

KRYD Gabungan Dilaksanakan Polisi, Sasar Kendaraan Bodong hingga Antisipasi Kejahatan Jalanan
90 Menit Berjibaku, Petugas Jinakkan Api di Lahan Bambu Pacet
4.630 Peserta Bersaing, Revara Ariqa Jadi Salah Satu Finalis Kebanggaan
Polda Jabar Bangun Sistem Pengawasan Tangguh Lewat Asistensi Manajemen Risiko
Wakapolda Jabar Shalat Jumat Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat
Komisi II DPRD Hadiri Sosialisasi Penertiban KJA Waduk Jatigede
Sertijab Danyonif 301/PKS, Fajar Tekankan Sinergi TNI dan Rakyat.
DPRD Gelar RDPU, Tanah Timbul Tenggelam Jatigede Diselesaikan Lewat Pengadilan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:14 WIB

KRYD Gabungan Dilaksanakan Polisi, Sasar Kendaraan Bodong hingga Antisipasi Kejahatan Jalanan

Minggu, 8 November 2026 - 19:05 WIB

90 Menit Berjibaku, Petugas Jinakkan Api di Lahan Bambu Pacet

Minggu, 8 November 2026 - 13:13 WIB

4.630 Peserta Bersaing, Revara Ariqa Jadi Salah Satu Finalis Kebanggaan

Jumat, 6 November 2026 - 22:23 WIB

Polda Jabar Bangun Sistem Pengawasan Tangguh Lewat Asistensi Manajemen Risiko

Jumat, 6 November 2026 - 20:48 WIB

Wakapolda Jabar Shalat Jumat Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru