Jaga Adat Istiadat Sunda, Jangan Sampai Musnah Di Buminya Sendiri

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


zonapers.com, Tasikmalaya.

Tokoh adat Tatar Pasundan sekaligus mantan Kapolda Jawa Barat, Anton Charliyan, kembali mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Sunda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Pria yang akrab disapa Abah Anton itu menegaskan, budaya Sunda memiliki karakteristik yang unik, sarat nilai luhur, serta menjadi identitas penting masyarakat Jawa Barat yang wajib dijaga oleh generasi penerus.

Baca Juga :  Dandim 1710/Mimika Tegaskan Netralitas TNI AD dalam Agenda Politik Nasional


“Budaya Sunda yang memiliki karakteristik unik dan adi luhung harus terus dilestarikan agar tidak tergerus modernisasi dan ditinggalkan oleh orang Sunda sendiri,” ujar Abah Anton saat ditemui wartawan media cetak dan portal zonapers.com di sela berbagai kegiatan kebudayaan di Tasikmalaya.


Menurutnya, masyarakat Sunda jangan sampai kehilangan jati diri dan justru menjadi asing di tanah kelahirannya sendiri. Ia mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan turun-temurun.
“Jangan sampai jadi orang asing di rumah sendiri. Lebih hina dari bangkai di tempat sampah jika Rajaputra tidak mampu menjaga warisan leluhur,” tuturnya penuh semangat.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Presiden Hadiri PTBI 2024: Bersinergi Demi Ekonomi Nasional yang Kokoh


Aktivitas Abah Anton sendiri hingga kini masih aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya, adat istiadat, serta pembinaan nilai-nilai kearifan lokal di tanah Pasundan.


Redaksi.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru