Fakta Dilapangan : Banyak PMI Yang Tergiur Di Sebabkan Kurang Informasi Dan infonya Untuk Jadi PMI Legal Itu Berbayar

- Jurnalis

Rabu, 13 Desember 2023 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Problematika Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) selalu menarik ketika di bahas, wartawan zonapers berusaha mencari Nara sumber yang berkompeten untuk mencari kebenaran nya.

Kenapa menjadi PMI Ilegal berani mereka tempuh?

Mereka pun ada yang berangkat secara ilegal bukan melulu faktor kurang informasi, namun lebih pada kemudahan proses untuk administrasi yang di jamin oleh perusahaan yang merekutnya.

Menurut pantauan redaksi zonapers.com, untuk menjadi yang “Resmi” atau PMI Legal di Luar Negeri, sistem kita memiliki birokrasi yang “agak” sulit dan menggunakan biaya yang tidak sedikit menurut mereka.

Baik yang berpendidikan rendah ataupun yang berpendidikan tinggi, mereka lebih suka dengan birokrasi yang lunak, sebab memang mereka butuh “Pekerjaan” yang berpenghasilan layak, apapun itu.

Baca Juga :  OC.Kaligis : Hasil Putusan MK Sudah Kita Bisa Prediksi

Perusahaan yang jelas jelas memiliki undangan resmi butuh PMI ( dulu PJTKI @Red ) juga mendapatkan kendala di lapangan, mereka terikat oleh sejumlah Deposit yang harus di kunci oleh pihak pemerintah sebesar Rp.1,5 Milyar rupiah dengan terikat pada aturan resmi pemerintah, dengan beralasan bahwa dana yang terkunci itu untuk PMI dari perusahaan nya ketika bermasalah, ada baiknya nilai itu bisa di kurangi.

Belum lagi calon PMI ini di Bebani dengan wajib memiliki Kemampuan atau skill yang mumpuni di bidangnya, yang otomatis mereka harus benar-benar siap berstatus ” Lulus Uji Kompetensi”, bukan mereka tidak mau, tapi ada Budget yang harus di keluarkan untuk itu semua, tidak kecil itu biayanya.

Baca Juga :  Kapuskes TNI Pimpin Syukuran HUT ke-56 Puskes TNI, Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Solusi terbaik, pemerintah kita harus menciptakan lapangan kerja yang mumpuni di negara sendiri, upah atau gaji yang layak bahkan memberikan kesempatan pada yang berpendidikan rendah bisa bekerja di segala sektor karena sebetulnya mereka hanya ingin bekerja dan memiliki penghasilan tetap.

Ketika ingin mempekerjakan mereka menjadi PMI, beri kelonggaran birokrasi agar mereka tetap bisa berangkat secara resmi atau legal sehingga mengurangi angka pengangguran secara signifikan, buang kesombongan birokrasi, yang penting perusahaan di Luar Negeri itu memiliki keterikatan secara G to G dengan negara kita.

Dan sampai berita ini diturunkan, redaksi masih mencari informasi kebenaran nya dari pihak BP2MI.

Redaksi.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru