FWK Desak Pemerintah Bentuk Badan Rehabilitasi Bencana Aceh, Sumut Dan Sumbar

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Wartawan Kebangsaan [FWK] berpendapat penanganan bencana berskala besar di Sumatera membutuhkan badan khusus yang fokus menangani kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Presiden Prabowo perlu membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar,”ujar Koordinator FWK Raja Pane saat membacakan salah satu kesimpulan Diskusi Reboan FWK di kantor VOI, Tanah Abang 3, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Bencana ekologis yang melanda Sumatera, hingga hari ini sudah berlangsung sekitar dua minggu.

Laporan dari teman-teman FWK dari berbagai titik bencana jelas menunjukkan bahwa untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang terdampak bencana hingga nantinya benar-benar normal kembali, membutuhkan anggaran negara yang sangat besar dan waktu yang relatif lama.

“Untuk bisa benar-benar pulih dan normal kembali butuh waktu beberapa tahun dan biaya sangat besar. Ini butuh badan khusus yang dibentuk pemerintah dan tugasnya fokus menangani kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi,”ujar Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers.

Baca Juga :  Kancah Pesta Demokrasi 2024 Akan Hadirkan Tokoh Kawanua Dan Adakan Seminar Politik Nasional

Raja Pane kemudian menyebut keberadaan Badan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias [selama 2005-2009] dinilainya berhasil menjalankan tugas negara. Di antaranya, membangun kembali infrastruktur [sekolah, rumah, jalan, pelabuhan dll].

Bencana mengakibatkan Sumatera luluh lantak —dalam skala berbeda setiap daerah. Efektivitas penanganan bencana sangat diperlukan. Ini urgensi adanya badan khusus yang fokus menangani rehabilitasi dan rekonstruksi. Mulai dari pendataan, perencanaan hingga eksekusi untuk membantu warga dan daerah terdampak bencana.

Ekonom memperkirakan, kerugian akibat bencana ini mencapai puluhan triliun. Sementara BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 50 triliun hanya untuk pemulihan pemukiman yang rusak.

Ini masih perhitungan awal, karena masih banyak kerusakan yang belum terdata, terutama yang terkait dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti kerusakan fisik bangunan sekolah yang rusak.

Laporan dari daerah-daerah terdampak bencana menyebutkan aktivitas pendidikan belum pulih.

Hendry Ch Bangun mengharapkan, kegiatan rehabilitasi rekonstruksi dapat segera diperluas.

Lebih dari itu, keberadaan badan seperti BRR Aceh-Nias ini, diharapkan bisa bekerja profesional, dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran seperti arahan Presiden Prabowo, agar tidak ada orang— siapa pun entah pejabat atau pengusaha— yang mengambil keuntungan dan memperkaya diri dari bencana ini.

Baca Juga :  Nomor Hotline Untuk Situasi Emergency Di Arab Saudi

Selanjutnya, bagi A.R. Loebis, wartawan senior, penyair dan pemerhati lingkungan, mengharapkan, bencana ekologis di Sumatera ini menjadi momentum pemulihan fungsi hutan. “Dan, tindak tegas perusak hutan,”ujar Loebis.

MASIH PUTUS

Setelah jaringan listrik dan telekomunikasi dapat dipulihkan, perbaikan jalan- jalan dan jembatan juga mulai diperbaiki. Tapi ini masih terbatas di titik-titik bencana yang dapat dijangkau.

Tapi, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mencapai daerah-daerah terisolasi terdampak bencana masih butuh waktu cukup panjang, ujar Raja.

Ini dapat konfirmasi dari teman-teman FWK dari daerah terdampak bencana. Contoh, sejumlah akses jalan darat masih putus, di antaranya Jembatan Kreung Tingkeum. Akibatnya urat nadi kehidupan masyarakat di Kabupaten Bireuen, Aceh, belum dapat bergerak.

#Langsung dari Nara Sumber.

Redaksi.

Berita Terkait

Polda Jabar Pastikan Pengawalan Ketat 4 Tim Peserta FIFA U-17, Kolaborasi dengan Polda Metro Jaya
Polres Sumedang Gelar Pelatihan Paham AI bagi 75 Pelajar SMK Informatika.
Jalan Cibugel-Darmaraja Hampir Rampung, Warga Segera Rasakan Akses Mulus.
Hari Jadi Korlantas Polri, Sekjen DPP FRIC H.Deden Hardening Kobarkan Pesan Tegas: Terus Bergerak Kawal Keselamatan Rakyat!
UTS SMA Negeri 1 Tanah Masa Berlangsung Aman dan Lancar, Kepala Sekolah Tekankan Disiplin Guru dan Semangat Belajar Siswa.
Paralayang Batudua Mendunia, Peserta Dubai Puji Sumedang.
Tuti Elawati Nomor Urut 3, Ajak Warga Lambangsari Jaga Persatuan Jelang Pilkades.
DPRD Sumedang Bahas Tindak Lanjut Putusan MK 168 dan RUU Perlindungan Buruh.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:50 WIB

Polda Jabar Pastikan Pengawalan Ketat 4 Tim Peserta FIFA U-17, Kolaborasi dengan Polda Metro Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 20:42 WIB

Polres Sumedang Gelar Pelatihan Paham AI bagi 75 Pelajar SMK Informatika.

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Cibugel-Darmaraja Hampir Rampung, Warga Segera Rasakan Akses Mulus.

Selasa, 22 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi Korlantas Polri, Sekjen DPP FRIC H.Deden Hardening Kobarkan Pesan Tegas: Terus Bergerak Kawal Keselamatan Rakyat!

Sabtu, 19 September 2026 - 09:05 WIB

UTS SMA Negeri 1 Tanah Masa Berlangsung Aman dan Lancar, Kepala Sekolah Tekankan Disiplin Guru dan Semangat Belajar Siswa.

Berita Terbaru