Kantor Desa Bak Istana, Warga Menangis Dalam Nestapa LBH GBPI; Tumpas Habis Mafia Tanah

- Jurnalis

Minggu, 22 Desember 2024 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers – Kab, Bekasi, 20 Desember 2024

Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat, kali ini menyasar Kampung Ceger di Kabupaten Bekasi. Warga setempat mengeluhkan pembelian tanah tanpa transparansi, yang dianggap sebagai bentuk eksploitasi warisan leluhur mereka.

Kasus ini menarik perhatian LBH Gerakan Pekerja Buruh Indonesia Raya (GPBI) yang dipimpin Binson Purba. Dalam keterangannya, Binson menyebutkan, “Sebagian besar korban adalah warga kecil yang tidak memiliki kemampuan untuk melawan. Ini yang memanggil nurani saya untuk bertindak.”

Langkah LBH GPBI dalam mendampingi warga mulai membuka tabir dugaan keterlibatan oknum mafia tanah. Binson dan tim bahkan menggiring perhatian ke Desa Segara Jaya, lokasi sengketa tanah lainnya yang diduga melibatkan praktik serupa.

Namun, fokus investigasi semakin tajam saat tim media yang mendampingi LBH GPBI menemukan Kantor Desa Segara Jaya berdiri megah bak istana. Bangunan itu dilengkapi lapangan olahraga berukuran besar dengan pagar kawat, serta empat pilar besar yang mencolok. Keberadaan kantor mewah ini memunculkan pertanyaan serius: dari mana anggaran sebesar itu diperoleh?

Baca Juga :  Polda Jabar Bongkar Sindikat Perdagangan Orang, PMI Ilegal Dikirim ke Irak

Kemewahan di Tengah Konflik
Desa Segara Jaya tercatat menerima alokasi dana APBD setiap tahunnya. Namun, bentuk fisik kantor desa yang luar biasa mewah membuat publik bertanya-tanya tentang prioritas penggunaan anggaran.

“Warga yang terlibat sengketa tanah sebagian besar masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, pembangunan kantor desa seperti ini justru mengundang tanda tanya besar,” ungkap salah satu anggota tim investigasi.

LBH GPBI berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mendalami penggunaan anggaran desa. Binson Purba juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan agar sengketa tanah dan dugaan penyalahgunaan dana dapat diungkap secara transparan.

Baca Juga :  Ronny F. Sompie Diperiksa KPK: Menguak Dugaan Perbedaan Keterangan dalam Kasus Hasto

Sementara itu, warga dan aktivis mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan dana desa serta memberantas praktik mafia tanah yang telah merugikan masyarakat kecil selama bertahun-tahun. “Kami tidak ingin tanah warisan kami dirampas, sementara uang rakyat digunakan untuk membangun kemewahan,” ujar salah seorang warga Kampung Ceger.

Kasus ini kini menjadi ujian besar bagi pemerintah Kabupaten Bekasi. Apakah mereka akan berpihak pada rakyat kecil atau terus membiarkan para mafia tanah dan dugaan penyalahgunaan anggaran desa beraksi? Publik menanti tindakan nyata.

Berita Terkait

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari
Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:26 WIB

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Berita Terbaru