Batu Lingga Agung, Misteri Sakral di Gunung Payung.

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com,
Tasikmalaya.

Batu Lingga Gunung Payung di Manonjaya menyimpan sejarah, tradisi, dan cerita misteri yang terus menarik perhatian masyarakat.

Situs tersebut berada di Dusun Awi Luar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Masyarakat menyebutnya Batu Lingga Payung karena situs itu berada di kawasan Kabuyutan Gunung Payung yang mereka anggap sakral.

Menurut cerita turun-temurun, kawasan tersebut menyimpan jejak Kerajaan Galuh dan pernah menjadi tempat persinggahan serta pertapaan tokoh kerajaan.

Selain itu, masyarakat mengaitkan situs tersebut dengan Bujangga Manik, tokoh pengembara yang tercatat dalam naskah Sunda Kuno.

Naskah Bujangga Manik mencatat perjalanan seorang tokoh yang mengunjungi berbagai tempat suci di Pulau Jawa hingga Bali dan Sumatera.

Namun, sejumlah cerita lokal menyebut Bujangga Manik sebagai pangeran Pajajaran yang menggunakan nama samaran dalam perjalanan spiritualnya.

Baca Juga :  Strategi Ekonomi Nasional 2025: Panglima TNI dan Presiden RI Sinergikan Kendali Inflasi dan Upah Minimum

Cerita tersebut juga menyebut sang tokoh menetap selama sembilan tahun dan membangun tujuh bangunan untuk mendukung kegiatan pertapaannya.

Menariknya, naskah Bujangga Manik menggambarkan sebuah tempat suci dengan lingga yang memancarkan kilauan seperti permata.

Gambaran tersebut kemudian mendorong masyarakat mengaitkan Batu Lingga Gunung Payung dengan sebutan Lingga Agung.

Meski demikian, pembaca perlu memahami klaim tentang intan dan permata sebagai bagian dari tafsir naskah serta tradisi masyarakat setempat.

Kawasan Gunung Payung juga menyimpan Batu Pangasahan Maung yang menarik perhatian karena bentuknya memiliki tanda menyerupai cakaran.

Selanjutnya, dua pohon Kiara Kursi berdiri dekat gerbang kawasan dan masyarakat setempat memperkirakan usianya mencapai ratusan tahun.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, Cikahuripan menjadi tempat masyarakat membersihkan diri sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan puncak.

Di puncak bukit, masyarakat juga mengenal dua makam kuno sebagai makam Eyang Rama Gumulung Putih dan Eyang Ratu Gumulung Putih.

Baca Juga :  Kapolres Sumedang Berikan Penghargaan Bagi Personil Yang Berprestasi

Masyarakat setempat menghubungkan kedua tokoh tersebut dengan leluhur Galunggung pada masa Batari Hyang.

Hingga kini, masyarakat tetap menjalankan tradisi Nyagara Gunung dan Nyapu Beberesih Kabuyutan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Masyarakat biasanya melaksanakan tradisi tersebut pada bulan Maulud tanggal satu hingga sepuluh serta bulan Syaban menjelang Ramadan.

Karena itu, Batu Lingga Gunung Payung menghadirkan perpaduan sejarah, tradisi, situs budaya, dan cerita spiritual yang menarik perhatian.

Namun, penelitian sejarah dan arkeologi tetap diperlukan untuk memastikan asal-usul situs serta memeriksa berbagai klaim sejarah yang berkembang.

Dengan demikian, misteri Batu Lingga Gunung Payung masih menyisakan pertanyaan tentang fungsi situs dan perjalanan tokoh masa lampau.

Redaksi

Berita Terkait

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari
Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:26 WIB

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Berita Terbaru