Pejabat BPN Ditangkap Polda Metro Jaya, Diduga Terlibat Kasus Mafia Tanah

- Jurnalis

Rabu, 13 Juli 2022 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) berinisial PS karena diduga terlibat kasus mafia tanah.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, PS ditangkap di kawasan Depok pada Selasa (12/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Benar, Saudara PS yang merupakan salah satu pejabat di BPN kota Jakarta telah kami tangkap di Depok,” ujar Hengki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/7/22).

Dari hasil penyelidikan, diduga ada banyak pegawai BPN yang terlibat dalam kasus dugaan mafia tanah ini. Sehingga, kata Hengki, tak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.

Baca Juga :  Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

“Rencananya masih ada lagi tersangka lainnya yang notabene juga merupakan pejabat BPN yang akan segera kami lakukan penangkapan kembali,” katanya.

Meski begitu, Hengki masih enggan merinci duduk perkara kasus mafia tanah itu. Dia akan membeberkannya saat jumpa pers nanti.

“Kami akan segera melakukan press release terkait perkara mafia tanah ini. Tentunya keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak khususnya Satgas Mafia Tanah Kementerian ATR/BPN RI yang terus berkoordinasi intens dengan kami penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Baca Juga :  Polsek Koja Gelar Sambang Satkamling: Perkuat Keamanan Warga Jelang Tahun Baru 2025

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi menambahkan, PS menjabat sebagai ketua adjudikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Tersangka menjabat sebagai ketua adjudikasi PTSL di salah satu kantor BPN di wilayah kita Jakarta,” ungkap Petrus.

Kini PS telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Penangkapan tersebut berjalan lancar dan tanpa kendala apa pun,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru