H. Yono Kusyono, Sosok “Apih” dari Tasikmalaya, Pengabdian Dan Kisahnya Diabadikan Dalam Lagu

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Tasikmalaya.

Pengabdian tak selalu berakhir bersama jabatan. Nilai keteladanan justru dapat terus hidup melalui keluarga, masyarakat, dan karya yang diwariskan. Hal itu tergambar dalam perjalanan AKBP (Purn.) H. Yono Kusyono, sosok yang akrab disapa “Apih”.

Purnawirawan Polri tersebut dikenal melalui keterlibatannya dalam kegiatan kemasyarakatan, olahraga, dan komunitas otomotif di Tasikmalaya. Ia tercatat aktif di lingkungan Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta komunitas Jeep Willys Galunggung.

Bagi keluarganya, Apih merupakan figur ayah yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, persaudaraan, dan semangat pengabdian.

Keluarga dan Jejak Pengabdian

Di balik perjalanan Apih, ada Kurniasari atau Ikeu, sang istri yang turut mendampingi perjalanan keluarga. Keduanya membangun keluarga dengan menanamkan nilai pendidikan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada anak-anak mereka.

Nilai tersebut tercermin dalam perjalanan kedua putranya. Kolonel Kav. Herman Taryaman, lulusan Akademi Militer tahun 1999, mengabdi sebagai perwira TNI Angkatan Darat dari kecabangan Kavaleri.

Baca Juga :  Persaingan Panas di Dunia AI: Meta AI di WhatsApp, ChatGPT, dan Tantangan dari ClickUp

Sementara itu, Kompol Sandy Budiman, S.H., S.I.K., M.Si., lulusan Akademi Kepolisian tahun 2007, berkarier di lingkungan Polri dengan pengalaman di bidang hukum kepolisian.

Di luar kedinasan, Sandy menempuh pendidikan doktoral Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Penelitiannya berfokus pada demiliterisasi Polri dan transformasi pendidikan Akademi Kepolisian periode 1999–2004 dalam perspektif reformasi sektor keamanan Indonesia.

Selain kedua putranya, keluarga Apih juga memiliki Ajeng Athiah Kirana, yang pernah berkecimpung di dunia tarik suara sebelum memutuskan berhijrah dan lebih memusatkan perhatian pada kehidupan spiritual.

Perjalanan ketiga anak tersebut memperlihatkan pilihan hidup yang berbeda, tetapi tetap berada dalam ikatan keluarga yang sama.

Lagu sebagai Persembahan untuk Sang Ayah

Kisah Yono Kusyono kini diabadikan melalui lagu berjudul “Haji Yono Kusyono (Apih)”, karya Ithonk Soembang, identitas kreatif yang dikembangkan Sandy Budiman.

Melalui musik bernuansa etnis Sunda, Sandy menghadirkan penghormatan kepada sang ayah sekaligus mengangkat nilai kasih sayang keluarga, perjuangan, dan pengabdian antargenerasi.

Baca Juga :  Saatnya Berintrospeksi Diri, Menang Tidak Berarti Menepuk Dada, Kalah Harus Berjiwa Besar

Karya tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman personal dengan kekayaan budaya. Penghormatan kepada orang tua, yang memiliki tempat penting dalam tradisi Sunda, menjadi salah satu pesan yang diangkat melalui lagu itu.

Warisan yang Melampaui Jabatan

Perjalanan keluarga Yono Kusyono menunjukkan bahwa pengabdian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Herman meniti karier di TNI Angkatan Darat, Sandy berkiprah di kepolisian sekaligus menekuni pendidikan akademik dan musik, sedangkan Ajeng menjalani perjalanan hidup dari seni menuju pendalaman spiritual.

Dari Tasikmalaya, kisah Apih membawa pesan bahwa pangkat dan jabatan bukanlah satu-satunya ukuran pengabdian. Keteladanan, kasih sayang, dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada keluarga dapat terus hidup lintas generasi.

Melalui lagu “Haji Yono Kusyono (Apih)”, Sandy Budiman menghadirkan persembahan personal bagi sang ayah—sebuah karya untuk merawat kenangan sekaligus mengabadikan nilai keluarga dan pengabdian dari tanah Sunda.

#Dari nara sumber langsung.

Redaksi.

Berita Terkait

Islam adalah Keyakinanku, Indonesia Rumahku, Kemanusiaan Jalan Hidupku
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Pesta Jagung, Peluncuran Lagu Ithonkrock-007, dan Pembukaan Elang Waterplay Meriahkan Tasikmalaya
Bertepatan dengan HUT ke-75 Prabowo Subianto, Koperasi ASN Kota Bogor Luncurkan OKEL
Perlindungan Wartawan Jadi Sorotan, Forum Pimred Multimedia Indonesia Bedah Potensi Kriminalisasi Jurnalis di Aceh
Pemilik suara PWI Sumut tegaskan pilih ketua berdasarkan rekam jejak
Certificate of Attedence Dalam Case Gibran Rakabumi
FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

H. Yono Kusyono, Sosok “Apih” dari Tasikmalaya, Pengabdian Dan Kisahnya Diabadikan Dalam Lagu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Islam adalah Keyakinanku, Indonesia Rumahku, Kemanusiaan Jalan Hidupku

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WIB

FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Pesta Jagung, Peluncuran Lagu Ithonkrock-007, dan Pembukaan Elang Waterplay Meriahkan Tasikmalaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Bertepatan dengan HUT ke-75 Prabowo Subianto, Koperasi ASN Kota Bogor Luncurkan OKEL

Berita Terbaru