Diterjang Banjir dan Longsor, Palabuhanratu Tunjukkan Semangat Melawan Bencana

- Jurnalis

Kamis, 5 Desember 2024 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonapers – Sukabumi, 5 Desember 2024

Hujan deras selama tiga hari berturut-turut sejak Senin (2/12) telah memicu banjir dan longsor di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Musibah ini tak hanya menimbulkan kerusakan besar, tetapi juga menelan korban jiwa. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lokasi terdampak bencana, termasuk 9 titik banjir, 13 titik longsor, dan 3 pohon tumbang yang menghambat akses jalan.

Sat Samapta Polres Sukabumi, dipimpin AKP Dadi, bersama tim gabungan dari berbagai instansi, bergerak cepat mengevakuasi warga ke tempat yang aman. Lansia, ibu menyusui, dan bayi menjadi prioritas utama dalam proses penyelamatan. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tegas AKP Dadi.

Baca Juga :  Kapolres Sumedang Sowan Ke Kantor PD Persis Sumedang

Sebanyak 246 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari:

  • 30 personel Sat Samapta Polres Sukabumi
  • 35 personel Satker Gabungan Polres Sukabumi,
  • 145 personel Polsek jajaran, dan
  • 36 personel Brimob Polda Jabar.

Meski air bah dan longsoran lumpur menyulitkan proses evakuasi, tim gabungan tetap berjuang keras membantu warga. Barang-barang berharga diangkut dengan penuh kehati-hatian, sementara pohon tumbang yang memblokir akses jalan langsung dibersihkan.

“Walaupun kondisi medan sangat sulit, kami akan terus berusaha maksimal demi keselamatan warga,” ujar salah satu anggota tim penyelamat.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak terus mengalir ke lokasi terdampak. Sementara itu, warga Palabuhanratu menunjukkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi ujian berat ini.

Baca Juga :  Jumat Curhat, Kapolres Sumedang Sambangi Warga Desa Mekar Rahayu

Bencana banjir dan longsor ini menyisakan banyak pertanyaan tentang langkah ke depan dalam mitigasi bencana. Namun, di tengah derita, solidaritas dan aksi cepat dari semua pihak menjadi simbol harapan dan kekuatan masyarakat.

“Kami berharap bencana ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana,” ujar seorang relawan.

Palabuhanratu terus berjuang, membuktikan bahwa di balik bencana besar, ada kekuatan bersama yang mampu mengatasi segalanya.

Penulis; Ujs

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru