DPRD Sumedang Bahas Tindak Lanjut Putusan MK 168 dan RUU Perlindungan Buruh.

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Sumedang.

DPRD Sumedang menggelar RDPU bersama Aliansi Buruh Sumedang Menggugat di Ruang Paripurna, Rabu (16/9/2026).

Forum tersebut membahas tindak lanjut Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023 serta dukungan terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Dalam audiensi, Aliansi Buruh menyoroti perusahaan yang belum menjalankan substansi Putusan MK 168 secara nyata.

Selain itu, buruh mengungkap praktik kontrak kerja tanpa batas dan PHK sepihak yang merugikan pekerja.

Ketua Aliansi menegaskan Putusan MK 168 pada 31 Oktober 2024 membawa sejumlah perubahan penting bagi perlindungan buruh.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Sumedang, Gelar Sosialisasi Pilkades Elektronik, Siapkan Pegawai Jadi LO Di TPS.

Putusan tersebut mengembalikan Upah Minimum Sektoral, membatasi PKWT maksimal lima tahun, serta memperketat ketentuan pekerja alih daya.

Kemudian, aturan tersebut mengatur mekanisme PHK melalui pengadilan hubungan industrial ketika pekerja menolak keputusan perusahaan.

Selanjutnya, Aliansi Buruh menyatakan dukungan terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang tengah DPR RI bahas.

Menurut Aliansi, RUU tersebut menindaklanjuti amanat Putusan MK untuk membentuk regulasi ketenagakerjaan baru secara terpisah.

Karena itu, buruh meminta DPRD Sumedang bersama pemerintah daerah mengawal penerapan Putusan MK 168 di perusahaan.

Baca Juga :  Wakapolres Sumedang Pimpin Upacara Penyerahan dan Pemakaman Jenazah Secara Kedinasan Almarhum Kompol Saleh Havianto

Menanggapi aspirasi tersebut, Komisi III DPRD Sumedang bersama Dinas Tenaga Kerja menyatakan komitmen menindaklanjuti tuntutan buruh.

DPRD juga menyatakan dukungan terhadap upaya buruh memperkuat perlindungan hak, kepastian kerja, dan kepatuhan perusahaan.

Sementara itu, Aliansi Buruh berharap RDPU menghasilkan langkah konkret dan tidak berhenti sebagai forum penyampaian aspirasi.

Mereka meminta seluruh pihak memastikan perusahaan menjalankan aturan ketenagakerjaan sesuai ketentuan demi melindungi hak pekerja

Nara Sumber : Humas Dprd Sumedang

Pewarta : Ujs

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru