Halbil  Paguyuban Jawa Tengah dihadiri Para Tokoh Nasional

- Jurnalis

Senin, 6 Juni 2022 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONAPERS.com, Jakarta – Bertempat di Museum Nasional Jakarta, Minggu (5/6/22) Paguyuban Jawa Tengah (PJT) menggelar Halal BiHalal (Halbil) dengan membangun Silaturahmi, dalam Memperkokoh NKRI Dan Memerangi Narkoba.

Dalam laporannya Ketua Panitia Halal Bihalal PJT, Brigjen Pol (Purn) Markum melaporkan, bahwa inti kegiatan ini adalah mempererat tali persaudaraan/ silaturahim serta Membangun Sinergitas untuk kemajuan warga Jawa Tengah di Perantauan maupun yang di Jawa Tengah.

Keberagaman merupakan ciri utama bangsa Indonesia, sejak dahulu kala sejarah mencatat bahwa banyak penjajah yang mencoba memecah-belah NKRI, namun kita bersyukur bangsa ini tetap utuh, sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkapnya.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah bapak KRT H. Drs. Leles Sudarmanto.M.M., M.BA., menegaskan, sebagaimana tema “Membangun Sinergitas dan Rasa Kebersamaan Etnis dan Budaya untuk mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat”.

Halal bihalal paguyaban Jawa Tengah ini yang rencana digelar di DPR tapi karena situasi tidak memungkinkan maka digelar di Museum Nasional dan warga Jawa Tengah hampir 9 juta di Jabodetabek, maka kita akan gelar sosialisasi halal bihalal untuk terus kita lakukan.

Baca Juga :  Koramil 1715-01/Oksibil Gelar Perayaan Isra Mi'raj di Masjid An Nur Oksibil Bersama Masyarakat

Halal Bihalal merupakan upaya menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia, Silaturahmi yang sudah terbangun dengam baik, Jangan sampai kita terperosok ke dalam perpecahan.

Hadir pula aktor senior Mas Pong Harjatmo yang juga tokoh masyarakat Jawa Tengah, beliau menyampaikan bahwa saat ini telah muncul ancaman dari kelompok anti Pancasila, anti Kebhinekaan, untuk itu Kita harus menjaga persatuan dimanapun kita berada. ” Dan bukan hanya komunitas paguyuban Jawa Tengah saja melainkan dari suku manapun baik dari Sumatra,Kalimantan ,Sulawesi Papua dan juga dari wilayah timur Indonesia melakukan sosialisasi dan berusaha untuk bisa mengawal NKRI dari ancaman radikalisme, terorisme dan Narkoba ” ujar mas Pong Harjatmo yang sangat lugas dan tegas.

“Kita harus kompak mengawal NKRI melalui jiwa Nasionalis dan jangan sampai terpapar dengan paham Radikalisme ataupun Kilafah, sebab Negara Indonesia di bangun dari beragam Suku Bangsa yang ada di Nusantara, Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang punya Integritas Jujur Adil dan Tegas!” paparnya lagi.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina PJT, Jenderal TNI (Purn) KPA Dr Wiranto mengaku mengapresiasi seluruh Pengurus Paguyuban Jawa Tengah yang sukses memajukan warga Jateng di perantauan maupun di Jawa tengah, kerja keras telah membantu pemerintah khususnya saat bangsa ini menghadapi Pandemi Covid 19.

Baca Juga :  Dahsyat, Banjir Bandang Dan Tanah Longsor, Sheet Pile Sungai Sibuluan Ambruk, Jadi Sorotan Warga

Kita bersyukur bangsa ini sudah mampu melewati ancaman Pandemi Covid 19, untuk itu mari terus membangun identitas dan kebersamaan. –Situasi negeri ini juga akan menghadapi Pemilu 2024 secara serentak ini juga bisa menimbulkan perpecahan atau kerawanan sosial untuk itu marilah kita tetap Guyub Gayeng Sak lawase.

Raden Masaid dari Jawa Tengah juga merupakan pelopor Halal Bihalal, Untuk itu Sudah Selayaknya kita mempertahankan adanya tradisi Halal Bihalal.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya secara Online juga mengaku sangat terbantu dengan peran Paguyuban Jawa Tengah yang telah mendukung pembangunan masyarakat Jawa Tengah. ” Dan dengan adanya masalah-masalah seperti naiknya kebutuhan pokok maka bangsa ini butuh gandengan tangan. Bagaimana bangsa ini tetap eksis. Marilah tetap guyub, membantu yang lemah,” pinta Ganjar secara daring. (Hans)

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru