Khitanan Deardo Bins Purba: Harmoni Syukur, Tradisi, Dan Harapan di Tengah Gemuruh Gondang Batak

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deardo, si bungsu laki-laki dari empat bersaudara, menjadi pusat perhatian hari itu. Lebih dari sekadar menjalankan sunnah Rasulullah SAW, khitanan ini menjadi wujud syukur keluarga Purba kepada Allah SWT atas kesehatan dan tumbuh kembang putra mereka. Namun tak berhenti di situ—perayaan ini juga menjadi panggung pelestarian adat Batak Simalungun yang kaya dan penuh filosofi.

Baca Juga :  Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J MINUSCA CAR Terima Penghargaan Penjagaan Lingkungan Terbaik

Mengusung konsep adat yang kental, khitanan Deardo tak ubahnya seperti pesta budaya. Para tamu disambut dengan ulos, alunan musik tradisional, hingga makanan khas Batak yang menggugah selera. Acara ini bukan hanya perayaan keluarga, tetapi juga ruang silaturahmi bagi kerabat, sahabat, aktivis buruh, serta warga sekitar yang hadir dengan antusias.

Khitan: Sunnah, Sehat, dan Sakral

Dalam Islam, khitan adalah bagian dari fitrah manusia sekaligus bentuk ketaatan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW. Ia membawa nilai spiritual, kebersihan, dan kesehatan. Momen ini pun menjadi awal baru dalam perjalanan seorang anak menuju kedewasaan yang lebih bertanggung jawab secara lahir dan batin.

Dalam sambutannya, Bapak Binson Purba yang juga dikenal sebagai Ketua Umum FSB KIKES KSBSI, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia berharap sang putra tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai budaya serta keimanan.

Baca Juga :  Warga Resah Bau Sampah, Pengelola Ingkar Janji, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

“Semoga Deardo menjadi pribadi yang menghormati leluhur, mengabdi pada agama, dan berguna bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan,” ujar Binson penuh harap.

Acara yang berlangsung hangat ini menegaskan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai tradisi dan agama tetap mampu berpadu harmonis. Dari Tarumajaya, khitanan Deardo menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas para seniman, tetapi juga keluarga-keluarga yang bangga akan akar dan jati dirinya.

Pewarta: Dedi Arfansyah.

Berita Terkait

UTS SMA Negeri 1 Tanah Masa Berlangsung Aman dan Lancar, Kepala Sekolah Tekankan Disiplin Guru dan Semangat Belajar Siswa.
Paralayang Batudua Mendunia, Peserta Dubai Puji Sumedang.
Tuti Elawati Nomor Urut 3, Ajak Warga Lambangsari Jaga Persatuan Jelang Pilkades.
DPRD Sumedang Bahas Tindak Lanjut Putusan MK 168 dan RUU Perlindungan Buruh.
Sumedang Tembus 4 Besar Literasi Jawa barat, Kearsipan Masuk 6 Besar.
Dikepung Asap Dan Panas Membara, Brimob Terus Bergerak: Pengabdian Tak Boleh Padam.
Polda Jabar Dorong Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Parenting di SLBN Cileunyi.
Kuasa Hukum Pengki Sailun Desak Kades Cibatu Buka Data Tanah.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:05 WIB

UTS SMA Negeri 1 Tanah Masa Berlangsung Aman dan Lancar, Kepala Sekolah Tekankan Disiplin Guru dan Semangat Belajar Siswa.

Kamis, 17 September 2026 - 15:37 WIB

Paralayang Batudua Mendunia, Peserta Dubai Puji Sumedang.

Kamis, 17 September 2026 - 14:30 WIB

Tuti Elawati Nomor Urut 3, Ajak Warga Lambangsari Jaga Persatuan Jelang Pilkades.

Rabu, 16 September 2026 - 21:04 WIB

DPRD Sumedang Bahas Tindak Lanjut Putusan MK 168 dan RUU Perlindungan Buruh.

Selasa, 15 September 2026 - 20:43 WIB

Sumedang Tembus 4 Besar Literasi Jawa barat, Kearsipan Masuk 6 Besar.

Berita Terbaru

Berita

Paralayang Batudua Mendunia, Peserta Dubai Puji Sumedang.

Kamis, 17 Sep 2026 - 15:37 WIB