Sengketa Tanah Warga Kampung Ceger: LBH GPBI dan BPN Bekasi Gelar Mediasi, Temukan Kejanggalan

- Jurnalis

Kamis, 6 Maret 2025 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik agraria kembali mencuat di Kabupaten Bekasi. Sejumlah warga Kampung Ceger harus berjuang mempertahankan tanah yang telah mereka tempati turun-temurun setelah diklaim oleh pihak lain. Polemik ini semakin pelik ketika salah satu warga dilaporkan ke polisi atas dugaan penyerobotan tanah.

Kamis (6/3/2025), Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pekerja Buruh Indonesia Raya (LBH GPBI) bersama ahli waris dan warga Kampung Ceger menghadiri mediasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi. Dipimpin oleh kuasa hukum ahli waris, Muhammad Fadil, SH, pertemuan ini membahas dugaan kesalahan dalam batas tanah yang tercantum dalam sertifikat pihak lain.

Kejanggalan Plotting Tanah Terungkap

Asuan, salah satu ahli waris dari almarhum Nisan Katel, menuturkan bahwa hasil mediasi sebelumnya dengan pejabat desa menunjukkan bahwa tanah tersebut memang milik warga Kampung Ceger. Namun, yang mengherankan adalah adanya ketidaksesuaian batas tanah yang berpotensi merugikan warga.

Baca Juga :  Dugaan Penggelapan Saham PT Bososi Pratama, Kariatun Resmi Masuk DPO Polda Sultra

“Tanah ini sudah kami tempati sejak lahir. Tapi tiba-tiba ada pihak yang mengklaim dan bahkan melaporkan warga ke polisi. Ini jelas ada yang tidak beres!” ujar Asuan dengan nada geram.

BPN Kabupaten Bekasi menanggapi persoalan ini dengan hati-hati. Mereka menegaskan bahwa penguasaan tanah harus memiliki bukti fisik dan yuridis. Berdasarkan hasil mediasi, penguasaan fisik tetap berada di tangan warga Kampung Ceger, namun batas yuridis masih perlu dikaji lebih dalam.

Langkah Selanjutnya

Baca Juga :  Pejabat BPN Ditangkap Polda Metro Jaya, Diduga Terlibat Kasus Mafia Tanah

Muhammad Fadil, SH, selaku kuasa hukum warga, mendesak BPN untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait dugaan kesalahan plotting tanah. Menurutnya, kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi dan bisa menjadi preseden buruk bagi masyarakat kecil jika tidak ditangani dengan adil.

“Kami akan terus mengawal kasus ini agar hak warga Kampung Ceger tidak dirampas. Jika ada penyimpangan dalam penerbitan sertifikat, harus diusut tuntas!” tegasnya.

BPN berjanji akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam penerbitan sertifikat tanah. Warga berharap kasus ini segera menemui titik terang agar mereka bisa hidup tenang tanpa dihantui ancaman penggusuran.

#Dari berbagai nara sumber.

Pewarta : DA.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru