Suara Hati Dari Papua untuk Indonesia Tercinta, Oleh: Yulianus Dwaa, SKM, aktivis 98

- Jurnalis

Kamis, 18 Agustus 2022 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, JAKARTA – “PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT” merupuakan Tema Besar Peringatan Hari Ulang Tahun ke 77 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, yang merupakan Pesan Moral sekaligus komitmen Kuat Pemerintahan Republik Indonesia di bawah Kepemimpinan Bapak Presiden Ir. H. Jokowidodo dan Bapak Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Kepada Rakyat Indonesia.

Tema besar tersebut juga merupakan warning bagi seluruh rakyat Indonesia, bahwa perjuangan untuk mewujudkan cita–cita kemerdekaan belum berakhir melainkan semakin berat untuk dihadapi dalam dinamika dunia yang tidak menentu. 77 Tahun bukanlah waktu yang singkat.

Jika dibandingkan dengan usia manusia, maka 77 Tahun sudah melampaui usia produktif akan tetapi melihat dan membandingkan usia Negara Indonesia dan manusia merupakan dua hal yang berbeda dan tidak dapat menemukan korelasinya. Karenanya yang tepat dibandingkan serta dipelajari adalah sejarah bangsa – bangsa lain yang yang telah maju dan berpengaruh besar terhadap kehidupan dunia hari ini.

Bonus Demografi sebagai sebuah Periodesasi bagi sebuah negara dimana angka atau jumlah penduduk Produktif lebih tinggi dari penduduk tidak Produktif, Jepang, Tiongkok dan Korsel merupakan Negara – Negara yang dianggap berhasil mengelolah serta memanfaatkan Bonus Demografi dengan baik.

Dalam realitas Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi ditengah dinamika global yang tidak menentu merupakan sebuah peluang untuk mewujudkan cita – cita Kemerdekaan dalam waktu yang relatif singkat minimal waktu yang di butuhkan tidak lebih dari 70 Tahun, di Ulang Tahun emas atau seratus Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia jika mampu mengelolah serta memanfaatkan Peluang bonus demografi dengan baik.

Jepang sebagai salah satu Negara terkemuka di dunia pernah mengalami masa sulit, akibat tragedy Kemanusiaan Tahun 1945, dimana jepang dan dunia diguncangkan oleh serangan AS yang menggunakan senjata Pemusnah Masal (Bom Atom) Pada Perang Dunia Ke II untuk Pertama dan Terakhir Kali sampai saat ini di Kota Hiroshima dan Nagasaki yang merenggut nyawa ratusan ribu jiwa, namun dalam waktu beberapa decade Pasca tragedy memilukan tersebut Jepang memperoleh sebuah momentum kebangkitan melalui Bonus Demografi yang dimaksimalkan dengan baik sehingga berkembang Pesat dan Kembali menjadi Salah raksasa di Asia dan Dunia.

Baca Juga :  TPS 171 - 172 Prepedan Tetap Ramai Walau Di Guyur Gemericik Air

Bagaimana Jepang menjadi Negara yang tepat sebagai sampel sekaligus dipelajari Indonesia. Baik dalam Proses Pemulihannya sampai Pada pemanfaatan Momentum Bonus Demografi, mengingat tragedy Kemanusiaan serta Periodesasi Bonus Demografi Jepang dengan Indonesia diperoleh Hampir Bersamaan, Dimana Indonesia memProklamirkan Kemerdekaan Beberapa Hari setelah Tragedi kemanusiaan Tersebut sehingga menjadikan jepang sebagai sampel pemanfaatan serta pengelolaan Bonus Demografi merupakan Keniscayaan yang harul dilakukan.

Untuk memanfaatkan bonus Demografi serta merespon Cita-cita Kemerdekaan Republik Indonesia Bapak Presiden Ir. H. Jokowidodo memusatkan perhatiannya Pada Pembangunan di Luar Pulau Jawa dengan Fokus Utama di wilayah Timur Indonesia dengan memutus ketimpangan dan kesenjangan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Dasar Antara Pulau Jawa dan di Luar Pulau Jawa khususnya wilayah Timur Indonesia dengan konsep pembangunan Indonesia sentris.

Dengan realitas tersebut sudah seyogyanya setiap warga Negara yang diberikan kepercayaan oleh rakyat dan Negara (Bapak Presiden)untuk berperan langsung dalam menyusun, menetapkan dan melaksanakan kebijakan Pembangunan Negara, menjadikan Cita – cita kemerdekaan serta Perhatian Bapak Presiden sebagai Perisai dalam menyusun, dan menetapkan Kebijakan Pembangunan berlandaskan Pada asas keadilan pemerataan.

Tantangan Pembangunan Indonesia sentris dizaman Bapak Presiden diuji dengan Pandemik Covid- 19, dimana Indonesia dan Dunia diguncangkan dengan Kebereadaan Virus tersebut, mengakibatkan Kontraksi Ekonomi Nasional Bahkan sebagian besar Negara didunia mengalami resesi Ekonomi, belum usai ujian tersebut Indonesia dan dunia kembali diguncangkan dengan serangan Rusia Ke Ukraina beberapa bulan Lalu yang berdampak pada Krisis ekonomi, energi dan Pangan.

Baca Juga :  Kodim 1710/Mimika dan Garnisun Timika Gelar Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD ke-79

Pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Pangan pertanian (Food Agriculture Organizatio) Qu Dongyu di bali 15 juli 2022 yang dikutip CNBC Indonesia semakin mempertegas ancaman dan dampak Politik Global yang tidak menentu, hal senada juga disampaikan oleh Bapak Presiden saat memberikan Pengarahan dalam sidang Tahunan dengan MPR RI dan dalam Pidato Kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan Ke 77, menyampaikan bahwa sejumlah Negara di dunia menghadapi Tantangan yang cukup serius, bahkan terdapat 107 Negara terdampak Krisis dan sebagian diperkirakan Bangkrut, dimana 554 Juta Jiwa terancan Kemiskinan Ekstrim dan 345 Juta Jiwa terancam kekukurangan Pangan dan Kelaparan.

Namun fakta yang menempatkan Indonesia sebagai salah Satu Negara yang tidak terlalu terdampak dengan krisis dunia, serta mampu mengendalikan Covid – 19 dan menjadi 5 besar Negara yang mampu melakukakan vaksinasi sebanyak 432 Juta dosis vaksin yang telah disuntikan.

Dengan Pidato Kenegaraan Bapak Presiden sebagai Pesan Moral dalam memperingati HUT Kemerdekaan Ke 77, serta pengakuan Food Agriculture Organization (FAO) dan International Rice Research Institut (IRRI) tentang Ketahanan Pangan Indonesia yang Tangguh dalam Kondisi Krisis dan Ketegangan GEOPOLITIK Globalsebagaimana dikutip dari Republika.co.id.

Momentum Perayaan HUT Ke 77 Kami dari Papua Mengetuk Pintu HATI NURANI RAKYAT INDONESIA untuk merespon tantangan Krisis Global dan Ketegangan Geopolitik Dunia sebagai Peluang menuju 100 Tahun Indonesia Unggul.

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru