Sukagalih Jadi Peserta Program “Melak Kopi”, Dorong Kemandirian Ekonomi Dan Pemberdayaan Perempuan

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sukagalih, Dusun Pandan Arum, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi,yang merupakan zona penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)—menjadi salah satu peserta dalam program edukasi budidaya kopi “Melak Kopi”. Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan LSM Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN), dan dilaksanakan pada Rabu,(12/11/25).

Program “Melak Kopi” bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa, memaksimalkan potensi agroforestri, serta meningkatkan kapasitas perempuan dalam budidaya kopi. Pendekatan yang digunakan adalah capacity building dengan metode experiential learning, mulai dari teknik penanaman, perawatan, panen, hingga pemetaan pasar.

Baca Juga :  Polres Sumedang Gelar Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan.

Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Kiryono dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao dan Muhamad Kosar, Founder Absolute Coffee.

Kopi sebagai Komoditas Ideal di Zona Penyangga TNGHS

Letak geografis Sukagalih yang berada di dataran tinggi dengan ekosistem agroforestri yang stabil menjadikan komoditas kopi sebagai pilihan unggulan untuk dikembangkan masyarakat. Selain sesuai dengan kontur tanah, tanaman kopi juga berperan penting dalam mencegah erosi. Kopi pun tumbuh lebih optimal ketika berdampingan dengan tanaman lain seperti herbal dan buah-buahan.

Baca Juga :  Mayjen TNI (P) Karev Marpaung Di Sematkan Penghargaan Sabuk Dan III Karate Kala Hitam Saat Kejurnas Karate

Pentingnya Bibit Berkualitas

Dalam pemaparannya, Kiryono menekankan bahwa pemilihan bibit kopi yang baik menjadi kunci keberhasilan budidaya.

“Akar tunggal yang lurus adalah faktor penting bagi keberhasilan dan produktivitas kopi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kualitas bibit sangat menentukan usia pohon, kemampuan tumbuh, serta daya serap nutrisi.

Program “Melak Kopi” diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola komoditas kopi dari hulu ke hilir sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan desa secara berkelanjutan.

Pewarta:Antonius RAPI.

Berita Terkait

Dugaan Pelanggaran K3 Dan Kurangnya Transparansi Pada Proyek Revitalisasi SDN Sukasari Kabupaten Tasikmalaya, Terbantahkan
Semangat Gotong Royong Masih Hidup! Warga Sukasukur Kompak Perbaiki Jalan Kampung Bersama Babinsa
MPLS SMA Negeri 1 Tanah Masa Ditutup Di Pantai Baluta, Siswa Baru Siap Jalani Tahun Ajaran 2026/2027
Kombes Pol Dodi Suryadin Resmi Jabat Dirresnarkoba Polda Lampung, Diharapkan Perkuat Perang Melawan Narkoba
Kapolres Ciamis Raih Pin Emas KTNA, Sinergi Polri Dan Petani Kian Kokoh.
Kapolda Jabar Satukan Langkah Jaga Iklim Investasi Karawang.
PERDOKMIL Bertransformasi Menjadi PERTASINDO, Perluas Kolaborasi Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional‎
Polres Sumedang Tegaskan Dugaan “Tangkap Lepas” Tak Terbukti.

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran K3 Dan Kurangnya Transparansi Pada Proyek Revitalisasi SDN Sukasari Kabupaten Tasikmalaya, Terbantahkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:22 WIB

Semangat Gotong Royong Masih Hidup! Warga Sukasukur Kompak Perbaiki Jalan Kampung Bersama Babinsa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:19 WIB

MPLS SMA Negeri 1 Tanah Masa Ditutup Di Pantai Baluta, Siswa Baru Siap Jalani Tahun Ajaran 2026/2027

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:27 WIB

Kombes Pol Dodi Suryadin Resmi Jabat Dirresnarkoba Polda Lampung, Diharapkan Perkuat Perang Melawan Narkoba

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:02 WIB

Kapolres Ciamis Raih Pin Emas KTNA, Sinergi Polri Dan Petani Kian Kokoh.

Berita Terbaru