Asal Mula Nama Daerah Pesing Koneng, Jakarta

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2020 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com , Jakarta.

Yang tinggal di Jakarta, mungkin paham akan daerah Pesing Koneng,
menurut cerita para sesepuh daerah tersebut, kawasan Pesing dahulunya tempat berkumpul para pedagang yang datang dari berbagai pelosok Batavia.

Untuk membawa barang dagangan seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan bumbu dapur, mereka menggunakan gerobak yang ditarik seekor kuda (dahulu disebut pedati).

Jumlah gerobak berkuda milik para pedagang cukup banyak, bahkan hingga puluhan, dan bertemu di tempat tersebut bisanya pada pagi hari.

Baca Juga :  Ketua DPP KNPI Apresiasi Gerak Cepat Kapolda Banten Terkait Tindakan Represif Oknum Anggotanya

Saat itu, kuda-kuda pengangkut sayuran sering kencing di jalanan sehingga menimblkan bau pesing yang sangat menyengat.

Siapa pun yang melewati kawasan itu secara sepontan akan menutup hidung. Dan bermula dari situlah orang-orang menyebut tempat itu sebagai Pasar Pesing atau Pesing saja.

Sampai sekarang kawasan Pesing masih ada, letaknya cukup strategis karena sebelah utaranya Jl Raya Daan Mogot, yang menuju Kalideres atau kota Tangerang.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Banten Ikuti Rapat Yang Dipimpin Karowabprof Divpropam, Terkait Pelanggaran Anggota Polri

Ada pula yang menyebut tempat tersebut Pasar Pesing Koneng. Munculnya nama Koneng karena di pasar itu dahulunya terdapat lansiran kereta api.

Saat ada dua kereta api yang melintas, penjaga pintu perlintasan selalu membunyikan  lonceng: kloneng, kloneng, kloneng.

Kata “kloneng” itu disingkat warga menjadi koneng. Akhirnya menjadi sebutan Pasar Pesing Koneng.

( zonapers -Basriocon ).

Berita Terkait

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC
Menlu Sugiono Dinilai Wajib Baca Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” Karya Teguh Santosa
Pengurusan SK Kemenkumham Perusahaan Pers Berlarut-larut, Pelaku Usaha Keluhkan Pelayanan
Tindakan DC Diduga Tidak Proporsional, Konsumen Keluhkan Kebijakan ACC, Telat 2 Bulan Kendaraan Di Tarik
Kemenag RI Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 H Sore Ini
FWK-EVIDENT INSTITUTE, Kerjasama Bidang Penelitian, Mencari Solusi Di Tengah Disrupsi Digital
Ucapan Selamat HPN Yang Tulus, Meski Tanpa Kehadiran

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:50 WIB

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:35 WIB

BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:15 WIB

Menlu Sugiono Dinilai Wajib Baca Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” Karya Teguh Santosa

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:47 WIB

Pengurusan SK Kemenkumham Perusahaan Pers Berlarut-larut, Pelaku Usaha Keluhkan Pelayanan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:23 WIB

Tindakan DC Diduga Tidak Proporsional, Konsumen Keluhkan Kebijakan ACC, Telat 2 Bulan Kendaraan Di Tarik

Berita Terbaru